Polkam dan HAM

Basuki Djarot Muliakan Manula

Selasa, 21 March 2017 09:15 WIB Penulis: Deni Aryanto

MI/GALIH PRADIPTA

CALON Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terus menggencarkan rencana program kartu Jakarta lansia dan pasukan merah untuk merenovasi rumah kumuh. Djarot mengatakan pihaknya berusaha mewujudkan masyarakat Jakarta yang adil dan makmur.

“Kartu itu diperuntukkan (manusia) lansia saudara-saudara kita sendiri yang tidak mampu yang perlu mendapatkan bantuan. Usia yang bisa mendapatkan adalah di atas 60 tahun,” ujarnya di Jalan Kemuning I, Pejaten Timur, Jakarta kemarin.

Djarot mengatakan warga pemilik kartu Jakarta lansia direncanakan mendapat dana Rp600 ribu/bulan yang langsung disetorkan ke rekening penerima bantuan sehingga bisa digunakan untuk membeli kebutuhan.

Penyaluran bantuan itu direncanakan diakomodasi Dinas Sosial Provinsi Jakarta. “Yang bersangkutan masuk golongan tidak mampu punya KTP Jakarta. Itu persyaratannya,” ujarnya.

Pasukan merah, lanjut Djarot, akan dibentuk di tiap kelurahan yang beranggotakan 20 orang untuk mengganti atap rumah kumuh dengan baja ringan yang dapat berlantaikan keramik. Djarot mendorong perbaikan musala agar membuat warga semakin nyaman menjalankan ibadah.

“Kalau ada musala yang tempat wudunya jelek, keramiknya jelek, bisa dibedah,” kata Djarot saat berbincang dengan warga jelang Pengajian Bulanan Majelis Taklim An Nisaa di Jalan Kramat Lontar, Jakarta Pusat.

Sementara itu, tim pemenangan Ahok-Djarot menyindir inkonsistensi calon gubernur nomor urut 3 Anies Baswedan soal reklamasi. Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni, heran dengan sikap Anies yang bersedia mengikuti apa pun putusan pengadilan.

“Anies tidak istiqomah dalam gagasan. Apalagi dalam perbuatan. Apa saja bisa dia katakan untuk menang jadi gubernur meskipun tidak realistis dan tidak masuk akal,” ujar Raja Juli Antoni atau yang akrab disapa Toni.

Ia menduga Anies awalnya betul-betul tidak memahami persoalan reklamasi yang merupakan kewenangan pemerintah pusat. Akibatnya dia mengoreksi pernyataan sikapnya dengan kesediaan untuk mengikuti putusan PTUN terkait dengan reklamasi.

Pilkada jurdil
Anies meminta semua pihak untuk menjaga pelaksanaan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 yang jujur dan adil dengan menghindari kecurangan-kecurangan.

“Jangan cederai demokrasi dan aspirasi rakyat dengan kecurangan. Hormati semua proses dengan baik dan benar,” kata Anies.

Karena itu, Anies meminta semua pihak untuk ikut mengawasi kemungkinan kecurangan yang bisa terjadi.

Dia menilai pada pemungutan suara putaran pertama terjadi kejanggalan di sejumlah TPS yang menjadi indikasi kecurangan.

Kejanggalan yang sangat mencolok ialah hasil pemungutan suara di sejumlah TPS yang memenangkan salah satu calon lebih dari 90%. Menurut Anies, sebaran suara di Jakarta cukup merata sehingga meskipun ada yang dominan, calon lain tetap akan mendapatkan suara.

Di sisi lain, PAN akan mengumumkan secara resmi dukungan untuk Anies-Sandiaga.

“Rabu siang atau Rabu malam kami laksanakan dukungan secara resmi di DPP PAN,” ujar Yandri di Gedung DPR. (Jay/Deo/Nov/Ant/P-5)

deni@mediaindonesia.com

Komentar