Polkam dan HAM

KPK Periksa Mantan Pejabat Madiun Terkait Korupsi

Selasa, 21 March 2017 10:15 WIB Penulis:

MI/ROMMY PUJIANTO

UNTUK mendalami dugaan korupsi yang dilakukan politikus Partai Demokrat yang juga Wali Kota nonaktif Madiun Bambang Irianto, KPK memeriksa tiga mantan dandim, enam mantan kapolres, mantan kejari, mantan kepala pengadilan, dan anggota Muspida lainnya saat mereka menjabat di Kota Madiun.

“Penyidik memeriksa mereka Kamis sampai Sabtu (16/3-18/3). Kami mengonfirmasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bambang Irianto yang kini sudah memasuki penyidikan. Saksi didengar keterangannya karena mengetahui, mendengar, atau menyaksikan aliran pencucian uang yang dilakukan Bambang Irianto. Penyidik melakukan klarifikasi soal indikasi aliran dana kepada sejumlah pihak,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, kemarin.

KPK menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka dalam tiga perkara, yaitu diduga menerima hadiah sebesar Rp76,523 miliar terkait dengan pembangunan pasar besar Kota Madiun pada tahun anggaran 2009–2012. Bambang Irianto juga menjadi tersangka penerima gratifikasi sebesar Rp50 miliar dari sejumlah satuan kerja perangkat daearah dan pengusaha. Terakhir, Bambang Irianto tersangka TPPU dengan sumber uang yang diterima diduga berasal dari hasil korupsi yang telah ditempatkan, ditransferkan, dialihkan, dihibahkan, dibawa ke luar negeri, atau perbuatan lain untuk menyamarkan asal usul pengalihan hak kepemilikan yang diduga merupakan hasil korupsi.

KPK pun telah menyita logam mulia dan empat kendaraan mewah milik Bambang Irianto yang terdiri atas Hummer, Mini Cooper, Range Rover, dan Jeep Wrangler. Keempat mobil itu disita dari rumah dinas Wali Kota Madiun, rumah pribadi, dan rumah anaknya. Selain itu, penyidik menyita enam bidang tanah dan satu ruko yang juga diduga hasil korupsi. Terakhir, tim penyidik menyita uang Rp6,3 miliar dan US$84.461 yang disimpan di beberapa bank.

Di samping itu, KPK merampas pula sejumlah aset Bambang Irianto yang menggunakan nama anak dan istrinya, Bonie Laksamana dan E Suliestyawati. Keduanya juga sudah diperiksa KPK untuk mengklarifikasi apa saja aset yang disamarkan Bambang Irianto. (Cah/X-3)

Komentar