Internasional

Pemilihan Presiden Menuju Stabilitas Nasional

Selasa, 21 March 2017 06:05 WIB Penulis: AFP/Ihs/X-5

Warga mengantre untuk memberikan hak suara dalam pemilu presiden Timor Leste di Dili, Senin (20/3). Sebanyak 747.252 pemilih terdaftar dalam pemilu tersebut. -- MI/Palce Amalo

PEMILIHAN presiden Timor Leste dinilai akan menjadi era baru stabilitas bagi bangsa termuda di Asia tersebut. Terutama setelah mantan gerilyawan sekaligus calon presiden terkuat, Francisco Guterres, didukung dua partai terbesar, Fretilin dan CNRT.

Para pengamat menyatakan pencalonan Guterres atau yang dikenal dengan nama Lu Olo akan membantu menstabilkan Timor Leste yang telah berulang kali diguncang serangan kekerasan.

“Itu baik dari sudut pandang stabilitas karena politik kompetitif dapat meningkatkan ketegangan,” ujar Damien Kingsbury, pakar tentang Timor Leste dari Universitas Deakin Australia.

Kingsbury menyebut pilpres itu juga menunjukkan Timor Leste tetap akan dipimpin pemerintah yang bersatu hingga menjelang pemilihan parlemen pada akhir tahun nanti.

Menurut laporan wartawan Media Indonesia Palce Amalo dari Dili, kemarin, Lu Olo memilih di tempat pemungutan suara (TPS) Varol, Dili, sekitar pukul 08.10 waktu setempat. Ia datang bersama istri, anak, dan Sekjen Partai Fretilin Mari Alkatiri. “Tidak ada ronde kedua. Saya yakin menang di ronde pertama,” ujar Lu Olo seusai mencoblos.

Namun, banyak pihak meramalkan pemilu bakal berlangsung dua putaran. Dari delapan calon, yang akan maju ke babak berikutnya ialah Lu Olo dan Antonio da Conceicao (Kalohan) yang didukung Partai Demokrat.
Berdasarkan data Comisaun Nacional de Eleisaun (CNE) atau Komisi Pemilihan Nasional Timor Leste, jumlah pemilih tercatat 747.252 orang. Mereka, kemarin, menda­tangi TPS di 13 distrik untuk menyalurkan hak suara mereka dalam pilpres masa jabatan 2017-2022.

Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak seusai mencoblos di TPS Matiau, Dili, menyatakan presiden terpilih mesti menaruh perhatian serius terhadap kebutuhan mendasar 1,1 juta warga, terutama soal kesehatan, air bersih, dan pendidikan. (AFP/Ihs/X-5)

Komentar