Polkam dan HAM

Partai Lain Ikutilah NasDem

Selasa, 21 March 2017 06:31 WIB Penulis: Nur Aivanni

Ridwan Kamil (kiri) menjadi calon Gubernur Jawa Barat 2018 yang diusung oleh Partai NasDem. -- MI/Arya Manggala

LANGKAH Partai NasDem yang mengusung Ridwan Kamil untuk menjadi calon Gubernur Jawa Barat 2018 tanpa meminta mahar mendapatkan apresiasi. Partai politik lain disarankan untuk mengikuti jejak yang sama dalam mengusung calon, baik dari internal maupun eksternal partai.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Toto Sugiarto bahkan mengatakan politik tanpa mahar harus menjadi standar.

“Semua parpol harus mengusung calon tanpa meminta mahar, baik kader ataupun bukan kader partai. Ini (langkah NasDem) harus dicontoh semua partai,” tuturnya saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Toto menjelaskan ada dua hal positif apabila partai mengedepankan politik tanpa mahar. Pertama, calon kepala daerah tersebut tidak perlu mencari modal yang besar untuk berpolitik.

Dengan begitu, potensi untuk korupsi pun bisa diminimalkan. Kedua, calon kepala daerah akan lebih meng­utamakan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan kelompok.

Ia pun menambahkan calon yang diusung tanpa mahar merupakan calon yang memiliki elektabilitas tinggi dan rekam jejak yang baik. “Pemimpin yang diusung tanpa mahar adalah pemimpin yang sudah terlihat kepemimpinannya, sudah terlihat prorakyatnya,” tambah Toto.

Langkah NasDem yang lebih awal mengusung Ridwan Kamil maju dalam Pilgub Jabar 2018, dinilai Toto, sebagai sebuah momentum. NasDem partai politik yang pertama kali mengusung Ridwan Kamil.

“Tokoh yang memang diprediksi memiliki elektabilitas tinggi untuk dimajukan ke pilkada,” tandasnya.

Partai Golkar mengisyaratkan NasDem bukan satu-satunya yang menerapkan politik tanpa mahar. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan pihaknya tidak pernah meminta mahar kepada calon kepala daerah yang akan diusung partai berlambang pohon beringin tersebut.

Komitmen Pilkada 2018
Idrus menegaskan, dalam Pilkada 2018 mendatang pun, Partai Golkar tidak akan meminta mahar kepada siapa pun yang akan diusung. “Pilkada 2018 kita tidak akan mungkin menggunakan mahar politik,” cetus Idrus ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Ditambahkan Idrus, pihaknya benar-benar mengedepankan calon yang dikehendaki rakyat dan memiliki konsep. Lebih jauh, bila partai meminta mahar kepada calon, komitmen dan kinerja calon akan terpengaruh oleh kepentingan partai politik.

Idrus menekankan Partai Golkar selalu mengedepankan prinsip trisukses dalam menghadapi pilkada. “Pertama, sukses pencalonan. Kedua, sukses pemenangan. Ketiga, sukses kepemimpin­an. Jadi pasangan calon yang kita usung dan menang harus diyakini dia bisa sukses dalam memimpin daerah,” terangnya.

Sebelumnya, pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya mengharapkan manuver tanpa mahar seperti yang dilakukan NasDem dapat berjalan secara konsisten. Dengan demikian, biaya politik akan menjadi lebih kecil. Kualitas seorang calon pemimpin yang dihasilkan pun bakal lebih baik.

“Intinya harus konsisten meskipun konstelasi politik ke depannya seperti apa pun,” ujar Yunarto Wijaya. (Rio/P-1)

Komentar