Polkam dan HAM

Ada Malaadministrasi di Soekarno-Hatta

Selasa, 21 March 2017 07:16 WIB Penulis: Cah/P-1

Anggota Ombudsman RI, Adrianus Eliasta Meliala -- MI/M. Irfan

OMBUDSMAN Republik Indonesia menemukan potensi malaadministrasi pelayanan barang bawaan dari luar negeri di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Temuan itu mencakup proses di pemeriksaan awal sebelum barang di conveyor belt, mengisi dan menunjukkan customs declaration, penempatan jalur hijau dan merah, pembayaran bea masuk, dan pemusnahan barang kena cukai.

Temuan yang berpotensi terjadi korupsi tersebut akan didalami melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum.

“Kami telah melakukan investigasi berdasarkan informasi masyarakat dan ditemukan sejumlah potensi malaadministrasi. Terhadap temuan ini sudah dimintakan klarifikasi dengan pihak Bea Cukai dan tentu yang berpotensi korupsi akan kita koordinasikan dengan pihak yang berwenang,” terang anggota Ombudsman RI, Adrianus Eliasta Meliala, di sela membahas sejumlah temuan itu dengan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, kemarin.

Ombudsman juga menemukan pengisian customs declaration (CD) sebatas formalitas dan belum diberlakukannya ketentuan jalur merah dan jalur hijau secara tegas. Kemudian, petugas tidak melakukan pemeriksaan maksimal terhadap barang bawaan dan keterbatasan sarana prasarana pemeriksaan.

“Kami menemukan penumpang mengisi CD sesuai data sebenarnya dan petugas tidak melakukan pemeriksaan CD. Hal lain, penumpang bebas memilih jalur merah atau hijau kemudian petugas tidak tegas mengarahkan penumpang untuk masuk melalui jalur sesuai dengan CD yang diserahkan kepada petugas, serta pemeriksaan x-ray dilakukan secara acak,” Adrianus.

Mardiasmo mengapreasi investigasi yang dilakukan Ombudsman terhadap pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta. Apalagi Terminal 2 menjadi rujukan dalam pelayanan. “Pak Dirjen Bea Cukai juga mengundang Terminal 3 untuk bisa dilakukan upaya pencegahan,” ujarnya.

Ia meminta Ombudsman secara berkala membantu Kementerian Keuangan mewujudkan reformasi total di Ditjen Bea Cukai dengan mengevaluasi kerja dan melaporkan setiap temuan atau laporan masyarakat.
Meski begitu, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi menyatakan sejumlah temuan Ombudsman belum bersifat umum. Setelah dilakukan diskusi klarifikasi didapatkan pelayanan di Terminal 2 berjalan sesuai prosedur.

“Alhamdulillah yang tadinya temuan sementara ada yang menjadi ditingkatkan untuk diperbaiki dan ada yang sudah selesai.” (Cah/P-1)

Komentar