Advertisiment
Peningkatan Kasus HIV/AIDS di Indonesia Tercepat di Asia Tenggara
Kamis, 26 Februari 2009 18:36 WIB      0 Komentar     0   0
Penulis : Deri Dahuri

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

Peningkatan_Kasus_HIVAIDS_di_Indonesia_Tercepat_di_Asia_Tenggara

Dua aktivis melepas balon saat hari AIDS--MI/ADAM

JAKARTA--MI: Departemen Kesehatan (Depkes) menyebut hingga akhir 2008, terdapat 16.100 kasus HIV/AIDS. Jumlah kasus HIV/AIDS yang meningkat setiap tahun itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan epidemi HIV/AIDS tercepat di Asia Tenggara.

"Epidemi HIV/AIDS di Indonesia belum tertangani dengan baik, khususnya aspek penganggaran," kata Deputi Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Bappenas Nina Sardjunani pada Lokakarya Nasional Perencanaan dan Penganggaran Penanggulangan HIV dan AIDS, di Jakarta, Kamis (26/2).

Nina menjelaskan saat ini ketersedian dana untuk penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia masih terbatas. Dari perkiraan kebutuhan dana Rp15 triliun pada 2008, dukungan dana pemerintah baik dari APBN maupun APBD hanya memenuhi 41%.

Menurutnya anggaran penanggulangan HIV/AIDS sebanyak 40% berasal dari donor luar negeri. Sedangkan sebanyak 19% kebutuhan anggaran penanggulangan masih bisa dipenuhi hingga sekarang.

"Kita memang senang dapat dari donor luar negeri. Tetapi masalahnya bantuan dari donor negara lain tersebut bersifat sementara dan tidak berkesinambungan," katanya.

Apalagi dengan krisis finansial yang sedang melanda dunia, Nina mengatakan tidak menutup kemungkinan aliran donor dari luar negeri berhenti. "Kami berharap Forum Perencanaan dan Penganggaran Penanggulangan HIV/AIDS yang dikoordinasikan Bappenas dapat mengatasi kekurangan anggaran," kata Nina seraya mengatakan kesenjangan anggaran penanggulangan HIV/AIDS dapat dikurangi dengan mengoptimalkan sumber dana lokal seperti APBN dan APBD.  

Sementara itu Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Nafsiah Mboi mengatakan anggaran penanggulangan HIV/AIDS telah terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. "Namun anggarannya masih kurang mencukupi," katanya.

Menurut Nafsiah, pada 2007, angka kematian yang disebabkan AIDS di dunia mencapai 2,3 juta orang. Jumlah itu meliputi sebanyak 1,2 juta kelompok perempuan, dan 410 ribu kelompok anak hingga remaja berusia kurang dari 15 tahun.

Ia menambahkan angka kematian AIDS di dunia telah mengalami penurunan. "Justru angka kematian AIDS di Indonesia meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya. (Drd/OL-06)





Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 17:43 WIB
Sabtu, 28 Agustus 2010 14:25 WIB
Sabtu, 28 Agustus 2010 09:49 WIB
Jumat, 27 Agustus 2010 13:22 WIB
Kamis, 26 Agustus 2010 14:01 WIB
Kamis, 26 Agustus 2010 13:28 WIB
Kamis, 26 Agustus 2010 12:52 WIB
Senin, 23 Agustus 2010 10:27 WIB
Minggu, 22 Agustus 2010 16:34 WIB
Sabtu, 21 Agustus 2010 17:39 WIB
Kamis, 19 Agustus 2010 17:31 WIB
Selasa, 17 Agustus 2010 15:24 WIB


   Index Berita