Sent from my BlackBerry® powered by
|
18-03-2009 15:17:23 WIB
|
| Hukuman Mati
Para koruptor diatas 1 M harus di hukum mati dan semua koruptor di hukum minimal 20 th, itu kalo indonesia sungguh-sungguh mau membrantas korupsi. |
|
12-03-2009 03:43:58 WIB
|
| wakil rakyat yang busuk
Saya juga setuju,memang HUKUMANNYA terlalu RINGAN.Seharusnya KPK menghukum KORUPTOR 2 yang terutama dari DEWAN TERHORMAT,dihukum paling sedikit 15 Tahun dan HARTA BENDANYA DISITA buat NEGARA untuk kepentingan Rakyat. Dalam keadaan EKONOMI SULIT DAN BANYAK PHKpun Bapak2 dari DEWAN TERHORMAT mau terbang ke SUDAN,bayangkan BERAPA BIAYA SETIAP ORANGNYA.Sepertinya tidak peduli kesusahan dan kemiskinan Rakyat yang DIWAKILINYA: |
|
11-03-2009 08:06:18 WIB
|
| Kumaha Bapak/Ibu yang terhormat
Mau dibawa kamana nagara ini..? |
|
06-03-2009 03:23:07 WIB
|
| Komentar buat Suharto....(empat)
1 guru bisa mengajar 100 murid dalam 1 kesempatan dan seorang murid tidak mungkin bisa membaca kalau tidak di ajarkan gurunya. Semakin banyak orang membicarakan keburukan anda, semakin sakit siksaan anda di akhirat.... Dan anda memilih sikap tidak mau mengakui kesalahan anda serta memilih untuk di siksa di alam kubur..... Saya pribadi akui kehebatan anda dalam berkarya di awal karier anda sbg presiden, Pelita saja di contek china, begitu juga dengan ZEE, reboisasi, swasembada beras |
|
06-03-2009 03:17:34 WIB
|
| Komentar buat Suharto....(3)
Nah kiamat anda juga di sebabkan anda di terkam oleh opportunitis teman setia anda yg juga sama2 agent CIA. Contoh Harmoko. Kesetiaan anda di sebabkan karena anda menolak perintah AS untuk membeli alat perang AS dan anda lebih mendengarkan agent German, Habibie, staff kesayangan anda. Kesakitan anda bisa anda rasakan ketika anda meregang nyawa......Itulah derita rakyat. Kalau anda tidak mengajarkan KKN, oportunitis, berhutang, tidak mungkin INdonesia spt ini. 1 guru bisa mengajar 100. |
|
05-03-2009 20:21:37 WIB
|
| golput saja
DPR itu memang tempat wakil rakyat untuk korupsi, main perempuan,tukang preman dan tempatnya orang-orang tidak berpendidikan.bodoh rakyat kalau masih memilih wakil rakyat lagi.hanya janji yang diobral.mending golput saja. |
|
05-03-2009 18:33:27 WIB
|
| BAGAIMANA KALAU NEGARA TANPA DPR
kalau mau jadi caleg atau anggota dewan adalah untuk jadi kaya ... ya begitu jadi anggota dpr tujuannya biar dapat uang lebih banyak. kalau bisa cari anggota dewan yg seperti SAHETAPPY, SABAM SIRAIT yang jadi anggota dewan karena panggilan jiwa .... bukan panggilan rupiah dan dollar. |
|
05-03-2009 17:12:40 WIB
|
| bayangkan lah
pernah saya membayangkan jika anggota dewan itu diisi saja semuanya dengan perempuan-perempuan pilihan di Indonesia, baik tingkat DPRD maupun DPR. Hingga hari ini, 5 Maret 2009, belum saya dengar anggota dewan perempuan bermasalah dengan hukum (?). Hmmm, 9 April nanti saya akan contreng perempuan untuk DPRD kota, DPRD Prov dan DPR RI. Saatnya perubahan itu ada!!! |
|
05-03-2009 16:43:33 WIB
|
| Salahkah Rakyat memilih mereka ?
Namanya Wakil Rakyat,jadi siapa yg menunjuk mereka,ya Rakyat,berarti Rakyat yg salah termasuk saya (wah saya ngga milih waktu itu,jujur saja !),tetapi sudahlah,sekarang ini dengan sistem suara terbanyak,makin besar perangkap unt Rakyat dalam memilih,karena para Caleg ini menebar seribu juta uang dan janji,nah peluang bhw mereka harus mengembalikan uang dan untung akan lebih ganas kelihatannya ! Mudah2an Rakyat tidak dibikin buta oleh seribu juta uang dan janji ! Salam ! |
|
Selasa, 09 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Senin, 08 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Sabtu, 06 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Jumat, 05 Februari 2010 00:00 WIB
|
|
Kamis, 04 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Rabu, 03 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Selasa, 02 Februari 2010 00:00 WIB
|
|
Senin, 01 Februari 2010 00:00 WIB
|
|
Sabtu, 30 Januari 2010 00:00 WIB
|
|
Jumat, 29 Januari 2010 00:00 WIB
|
|
Kamis, 28 Januari 2010 00:00 WIB
|
|
Rabu, 27 Januari 2010 00:00 WIB
|
Index Berita |