Severity:
Message:
Filename:
Line Number:
"/>Severity:
Message:
Filename:
Line Number:
, media indonesia, media, indonesia, news, stories ,berita, actual, aktual, editorial, politic, politik, criminal, kriminal, sports, olahraga, polkam, economic, ekonomi, laws, hukum, nusantara, jabotabek, sains, technology,teknologi, keamanan, entertainment, hiburan, entertain, artist, sby, lapindo, internasional, tsunami, earth quake,gempa, gempa bumi, longsor, tourism,pariwisata, soccer, sepakbola, humaniora, asian games, sea games, olimpiade, election, pemilu, pilkada, gubernur, kepala daerah, bupati, wali kota, walikota, dpr, mpr, menteri, negara, presiden, wapres, kala, metrotv, paloh, surya paloh"/>|
Rabu, 08 Februari 2012 00:00 WIB
|
|
Selasa, 07 Februari 2012 00:01 WIB
|
|
Senin, 06 Februari 2012 00:00 WIB
|
|
Sabtu, 04 Februari 2012 00:00 WIB
|
|
Jumat, 03 Februari 2012 00:00 WIB
|
|
Kamis, 02 Februari 2012 00:00 WIB
|
|
Rabu, 01 Februari 2012 00:00 WIB
|
|
Selasa, 31 Januari 2012 00:00 WIB
|
|
Senin, 30 Januari 2012 00:00 WIB
|
|
Sabtu, 28 Januari 2012 00:00 WIB
|
|
Jumat, 27 Januari 2012 00:00 WIB
|
|
Kamis, 26 Januari 2012 00:01 WIB
|
Index Berita |
Dalam membaca sinyal, harus dilihat siapa 'audiance' yg dituju. Dalam acara ini, SBY jelas memberikan sinyal kepada para pengusaha, untuk ikut menaghung beban/cost dari krisis walaupun cost terbesar akan ditangggung oleh pemerintah. Dia justru menekankan cost terkecil harus ada di pelaku ekonomi terkecil (rakyat/konsumen). He,he..lah yg ribut negatif khan bukan pelaku ekonomi toh..tapi LAWAN POLITIK..nah yg ini ngak usah dihitung toh..he,he...