Sent from my BlackBerry® powered by
|
19-04-2009 09:39:16 WIB
|
| Brengsek...???
Saya kira memang pemilu kita kali ini gudangnya brengsek, dari parpolnya, calegnya, kpunya, pokoknya semua aja deh. |
|
19-04-2009 07:44:44 WIB
|
| Bahasa Editorial Media Indonesia
Saya dapat mengerti isinya. Hanya saya usulkan penggunaan bahasa "brengsek" itu. Apakkah tidak ada padanan lainnya agar suasana yang diwakilinya betul2 jujur,lugu dan tidak emosional sehingga terjaga suasana jernih di tengah masyarakat. Terimakasih. |
|
18-04-2009 22:22:31 WIB
|
| Aneh tapi Nyata
Sungguh memprihatinkan nasib bangsa ini, karena semuanya ingin menjadi pemimpin. Tapi giliran ada masalah, maka tidak ada seorang pemimpinpun yang berani bertanggung jawab dan bahkan bisanya cuma menyalahkan pihak lain... |
|
18-04-2009 20:27:30 WIB
|
| Bukan hanya Polri yang harus netral
Yang dituntut netral untuk menyelesaikan masalah Pemilu secara jernih dan adil bukan hanya Polri saja, tetapi juga media mang massa. Masalah yang ada harus diselesaikan tetapi tanpa menimbulkan masalah baru, apalagi membentuk opini sehingga menggiring kearah lahirnya chaos. Masalah bangsa ini masih banyak yang perlu diurus dan diselesaikan melalui keberlanjutan pembangunan bangsa oleh siapapun pemimpinnya. Jangan seret rakyat banyak untuk membela kepentingan sempit.. |
|
17-04-2009 17:42:18 WIB
|
| Jangan ada dusta diantara kalian.
Kami masyarakat kecil hanya tau tentang apa yang ada dihadapan kami tanpa bisa tau apa yang sebenarnya telah terjadi dari segala kerumitan tersistem di NKRI ini. Kinerja petugas pendataan pemilih dilapangan sangat terganggu dengan keterlambatan pencairan dana operasional petugas pendataan pemillih. Akibatnya data yang ada menjadi apa adanya karena jerih-payah mereka di remehkan/disepelekan. Cobalah pahami derita masrarakat kecil yang selalu mengalah ini, untuk NKRI yang mereka cintai ini. |
|
17-04-2009 16:40:21 WIB
|
| SABUN ANTIKUMAN
Cerita lama, dari dulu juga begitu, setiap ada masalah besar yang menyangkut negara dan bangsa indonesia tak ada yang mau bertanggung jawab. Biarpun mereka sudah tahu siapa yang salah, pemerintah ataupun instansi-instansi yang terkait, semua berlomba-lomba cuci tangan. Sebagai rakyat Indonesia kita cuma bisa belikan sabun ANTIKUMAN buat cuci tangan merekayang membuat masalah DPT pemilu 2009. |
|
17-04-2009 16:05:41 WIB
|
| Editorial Provokator
Media itu harus berimbang.. jangan asal tuduh tanpa bukti.. kalau pemerintah yang harus tanggung jawab, maka KPU di bubarkan.. kemudian presiden mengangkat Menko Polhukam jadi ketua KPU, Mendagri, Panglima TNI, Kapolri jadi anggota KPU.. bagaimana tanggapan media indonesia sebagai tim sukses partai - partai di Teuku Umar... |
|
17-04-2009 16:02:51 WIB
|
| Editorial Provokator
Media itu harus berimbang.. jangan asal tuduh tanpa bukti.. kalau pemerintah yang harus tanggung jawab, maka KPU di bubarkan.. kemudian presiden mengangkat Menko Polhukam jadi ketua KPU, Mendagri, Panglima TNI, Kapolri jadi anggota KPU.. bagaimana tanggapan media indonesia sebagai tim sukses partai - partai di Teuku Umar... |
|
17-04-2009 15:57:57 WIB
|
| Editorial Provokator
Media itu harus berimbang.. jangan asal tuduh tanpa bukti.. kalau pemerintah yang harus tanggung jawab, maka KPU di bubarkan.. kemudian presiden mengangkat Menko Polhukam jadi ketua KPU, Mendagri, Panglima TNI, Kapolri jadi anggota KPU.. bagaimana tanggapan media Indonesia sebagai tim sukses partai - partai di Teuku Umar... |
|
Sabtu, 20 Maret 2010 00:01 WIB
|
|
Jumat, 19 Maret 2010 00:01 WIB
|
|
Kamis, 18 Maret 2010 00:01 WIB
|
|
Rabu, 17 Maret 2010 00:00 WIB
|
|
Selasa, 16 Maret 2010 00:01 WIB
|
|
Senin, 15 Maret 2010 00:01 WIB
|
|
Sabtu, 13 Maret 2010 00:01 WIB
|
|
Jumat, 12 Maret 2010 00:00 WIB
|
|
Kamis, 11 Maret 2010 00:00 WIB
|
|
Rabu, 10 Maret 2010 00:00 WIB
|
|
Selasa, 09 Maret 2010 00:00 WIB
|
|
Senin, 08 Maret 2010 00:01 WIB
|
Index Berita |