GARUT--MI: Gunung Haruman di Desa Haruman Sari, Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang berketinggian 1.300 mdpl selama ini dinilai paling ideal sebagai ajang wisata terbang layang.
Bahkan satuan kawasan wisata berjenis alam/
sport itu, juga kerap dijadikan lokasi
take off para penerbang layang gantole, termasuk dijadikan sarana kompetisi se kawasan Asia dengan peserta dari Eropa termasuk Australia, kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dan Kebudayaan Garut ketika dihubungi, Jumat (5/6).
"Penyelenggaraan
Kompetisi Paralayang Tingkat Internasional tersebut menjadi kalender tetap
event Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat, termasuk pada pelaksanaan Kompetisi Paralayang Tingkat Internasional tanggal 15-16 Agustus 2008 lalu," katanya.
Objek wisata dengan daya tarik jenis olahraga itu, berlokasi pada tanah bertatus kepemilikan masyarakat yang masih belum dikelola secara khusus, yang kondisi konfigurasi umum lahannya bergunung dengan kemiringan lahan cukup curam namun berdaya serap baik.
Sedangkan material tanahnya secara umum pasir berbatu, kemudian landasan atau lokasi
landing para penerbang seluas 600 m2 dengan lapisan permukaan tanah rerumputan berkemiringan lahan landai.
"Setiap penerbang membawa peralatannya sendiri, menyusul hingga kini masih belum terdapat pengelolaan secara khusus karena tidak tersedianya peralatan yang dibutuhkan," ujar Herman Santoso.
Untuk mencapai kawasan terbang layang Gunung Haruman, bisa melalui jalan raya Garut-Bandung yang melewati Kecamatan Kadungora, kemudian dapat menggunakan kendaraan pribadi atau ojek menuju Desa Haruman Sari.
Jarak tempuh dari Kecamatan Kadungora ke Desa Haruman Sari sekitar 15 km selanjutnya dari Desa ke lokasi penerbangan sejauh 8 km, berkondisi ruas jalan menanjak dan banyak mengalami kerusakan berat sehingga banyak ditempuh kendaraan sejenis Jeep.
Meski demikian kegiatan wisata lainnya yang bisa dilakukan di kawasan ini, diantaranya traking, menikmati pemandangan dan kegiatan fotografi.
"Para pengunjung selama ini berdatangan dari Jakarta, Jateng dan Jatim, juga pengunjung dari mancanegara antara lain asal Singapura, Belanda, Korea, dan Amerika," katanya. (Ant/OL-02)