Advertisiment
Pilpres 2009
Debat Cawapres Dinilai Lebih Hidup
Rabu, 24 Juni 2009 04:17 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

Debat Cawapres Dinilai Lebih Hidup

MI/SUSANTO

JAKARTA--MI: Sejumlah pengamat menilai debat antarcalon wakil presiden (cawapres) yang diselenggarakan Selasa (23/6) malam, lebih hidup dan santai dibandingkan dengan debat calon presiden sebelumnya yang cenderung lebih kaku.

Direktur Pusat Kajian Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia Sri Budi Eko Wardhani, di Jakarta, mengatakan, pada debat kali ini cawapres Wiranto mampu menguasai panggung.  Lantunan bait-bait lagu disela-sela pemaparan visi dan misi, katanya, memberikan nilai lebih bagi Wiranto karena dapat mencairkan suasana tegang saat debat.

Namun, dari sisi pemaparan solusi yang disampaikan masih terkesan umum. "Debat kali ini lebih santai, dalam perjalanan debat, Wiranto tampak lebih unggul dalam penguasaan panggung meskipun program yang disampaikan kurang konkret," katanya.

Sementara itu, untuk cawapres lain, Sri menilai keduanya tampil dengan baik, seperti Boediono yang mampu memberikan penjelasan dengan sistematis sedangkan Prabowo konsisten membawa prinsip ekonomi kerakyatan sebagai solusi.

Tidak jauh berbeda, Direktur Eksekutif Center of Electoral Reform (Cetro) Hadar N Gumay yang juga hadir dalam debat menilai debat cawapres ini lebih baik dibandingkan dengan debat capres sebelumnya. "Ini jelas dibantu dengan moderator yang mampu menggali lebih jauh, ditambah dengan adanya tayangan ilustrasi sebelum pertanyaan," katanya.   

Debat cawapres putaran pertama ini secara keseluruhan berlangsung lebih meriah dibandingkan dengan debat capres putaran sebelumnya yang berlangsung pada 18 Juni 2009.  Penonton dapat bertepuk tangan disela-sela pemaparan, sesuatu yang tidak ditemui pada debat capres yang lalu.

Menurut moderator debat cawapres Komaruddin Hidayat, masalah tepuk tangan itu tidak harus diatur dengan ketat selama acara dapat berlangsung dengan lancar.  "Tepuk tangan itu spontan, masa harus diatur," katanya.

Ketika diminta tanggapan tentang pelaksanaan debat yang ia pandu, Komaruddin hanya mengatakan debat berlancar dengan baik. Namun ia menolak untuk berkomentar tentang perbedaan debat capres dengan cawapres. "Saya tidak akan menilai," katanya singkat.

Setelah debat capres dengan tema membangun jati diri bangsa ini, diselenggarakan debat capres putaran kedua pada 25 Juni dengan tema mengentaskan kemiskinan dan pengangguran yang akan dipandu oleh moderator Aviliani.

Selanjutnya, dilaksanakan debat cawapres putaran kedua yang dijadwalkan pada 30 Juni dengan tema meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dengan moderator Fahmi Idris. Terakhir, debat capres putaran ketiga dengan tema yang diangkat yaitu NKRI, demokrasi dan otonomi daerah pada 2 Juli dan dipandu oleh moderator Pratikno. (Ant/OL-03)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Jumat, 03 September 2010 03:17 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:27 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:15 WIB
Kamis, 02 September 2010 21:25 WIB
Kamis, 02 September 2010 20:40 WIB
Kamis, 02 September 2010 20:33 WIB
Kamis, 02 September 2010 18:58 WIB
Kamis, 02 September 2010 05:12 WIB
Kamis, 02 September 2010 04:02 WIB
Kamis, 02 September 2010 03:40 WIB
Kamis, 02 September 2010 02:37 WIB
Rabu, 01 September 2010 23:55 WIB


   Index Berita