Sent from my BlackBerry® powered by
|
30-06-2009 20:25:17 WIB
|
| Pemilu yang jujur,adil..
Setiap orang mungkin saja pernah berbuat salah, tapi kalau kesalahan yang dilakukan berulang-ulang pastilah menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Karena itu kami mohon kepada KPU, agar bekerja lebih profesional dan independen agar tercipta Pemilu yang jujur,adil, aman dan damai. |
|
30-06-2009 16:49:55 WIB
|
| Tidak Sengaja Yang Tersengaja
KPU adalah kumpulan orang - orang yang intelek, kalau ada perkataan tidak sengaja terlalu naif.Mungkin yang benar adalah ketidak-sengajaan yang disengaja ?,bagaimana tidak sebuah iklan yang disosialisasikan adalah bagian dari perencanaan yang dibuat secara detail dan komprehensif, kalau sampai ada bahasa yang tidak sengaja, jawabannya apa iya? Yang jelas di KPU bukan hanya satu orang, banyak orang, kalau ketidak-sengajaan itu dibuat, apa semuanya tidak tahu? orang betawi bilang, masa iye ? |
|
30-06-2009 15:55:00 WIB
|
| pilpres
haaaaaaaaah banyk komentar, masalah sosialisasi contreng kanan,kiri tengah sama aja,lha wong gambar dan nomor juga ndak ada kok, jangan anggap kami rakyat Indonesia bodoh. kita udah pinter mana yg layak dan tidak untuk dipilih. Pemilu satu putaran, emangnya kenapa ? klo ndak terima bikin spanduk sendiri pemilu 3 putaran...kita bebas bicara kok. Untuk pengamat politik coba puasa diam dulu |
|
30-06-2009 11:02:34 WIB
|
| waspadalah
sudah banyak kesalahan KPU yang diketahui masyarakat. Apakah Pemerintah juga sudah tahu? Kalau sudah tahu, lalu apa tindakannya? Apakah Pemilu ini sepenuhnya tanggung jawab KPU? Siapa yang bertanggungjawab kalau Pemilu gagal? Tanggungjawab Pemerintah dimana? Rakyat akan malu kepada dunia internasional kalau Pemilunya tidak bermutu, penuh kecurangan. Dunia akan bilang di Indonesia ada "demokrasi". |
|
30-06-2009 11:00:47 WIB
|
| Buat Solusi, Jangan Asal Labeling
Publik jangan terlalu dini menilai kinerja KPU. Jika memang KPU telah terbukti telah melakukan pelanggaran maka hukum harus ditegakkan, tetapi jika belum ada fakta yang menunjukkan kesalahan KPU maka kerja KPU harus didukung. Kesalahan kadang dilakukan oleh faktor human source-nya, bukan dari institusi pelaksana Pemilu. |
|
30-06-2009 09:40:35 WIB
|
| Bersih...
Siapa sih yang bersih dan atau yang merasa paling bersih.......... |
|
30-06-2009 09:20:04 WIB
|
| Payah KPU
jika memang tidak sanggup menjadi orang yang netral mending mundur aja daripada harus buat reseh.. |
|
30-06-2009 07:29:53 WIB
|
| Quo vadis KPU?
Benar sekali editorial, ketidaksengajaan yang terjadi ber-ulang-ulang akhirnya menjadi kesengajaan. KPU selayaknya sudah belajar banyak dari kepekaan penilaian masyarakat tentang kinerja kerjanya. Dan selayaknya juga KPU tetap berusaha untuk mempertahankan jati dirinya sebagai yang harus independen. Sangat sangat meragukan bahwa KPU masih tetap berada pada kondisi lembaga yang independen. |
|
30-06-2009 01:16:05 WIB
|
| Komisi Pelakon Ketoprak
Hmmm, jika demikian kelakuan KPU tersebut pantas-pantas saja mereka dicurigai. Jangan-jangan dalam mengemban tugas mereka merasa sebagai Komisi Pelakon Ketoprak yang perlu disana-sini meninggalkan kesan. |
|
Rabu, 10 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Selasa, 09 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Senin, 08 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Sabtu, 06 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Jumat, 05 Februari 2010 00:00 WIB
|
|
Kamis, 04 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Rabu, 03 Februari 2010 00:01 WIB
|
|
Selasa, 02 Februari 2010 00:00 WIB
|
|
Senin, 01 Februari 2010 00:00 WIB
|
|
Sabtu, 30 Januari 2010 00:00 WIB
|
|
Jumat, 29 Januari 2010 00:00 WIB
|
|
Kamis, 28 Januari 2010 00:00 WIB
|
Index Berita |