Advertisiment
Indonesia Bakal Miliki Pabrik Ammonium Nitrat Terbesar di Asia
Jumat, 14 Agustus 2009 20:14 WIB      0 Komentar     1   0
Penulis : Muhammad Fauzi

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

JAKARTA-MI: PT Rekayasa Industri meresmikan pemancangan tiang pancang pertama proyek Ammonium Nitrat di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE) Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (14/8).

\"Bila pabrik ammonium nitrat ini kelak beroperasi, Indonesia bakal memiliki pabrik ammonium nitrat terbesar di Asia. Itu artinya, kebutuhan ammonium nitrat di dalam negeri akan dapat terpenuhi secara keseluruhan, sehingga tidak perlu impor,\" tutur CEO PT Rekayasa Industri Triharyo I Susilo dalam surat elektroniknya kepada Media Indonesia, Jumat (14/8).

Triharyo menyatakan rasa bangganya telah dipercaya untuk membangun pabrik yang bakal dioperasikan oleh PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI). KNI merupakan konsorsium antara Armindo Group dan Orica Australia Pte Ltd.

Peresmian dihadiri antara lain Gubernur Kalimantan Timur, Walikota Bontang, Direksi PT Pupuk Kaltim beserta segenap jajarannya, CEO PT Rekayasa Industri Triharyo I Soesilo, Presdir PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) Anting Pandoyo, pemegang saham KNI, CEO Armindo Group, Winniarlita dan CEO Orica, Graeme Liebelt.

Pembangunan pabrik ini mempunyai arti strategis dan penting untuk memenuhi kebutuhan ammonium nitrat dalam negeri yang dari tahun ke tahun semakin meningkat, sementara kebutuhan dunia untuk produk ini juga semakin meningkat.

Pabrik yang akan menghasilkan ammonium nitrat prilled sebesar 300.000 ton per tahun ini difokuskan untuk menunjang kebutuhan pasar dalam negeri yang berkisar antara 350.000 ton per tahun.
Saat ini produksi ammonium nitrat dalam negeri hanya 40.000 ton per tahun dari satu-satunya pabrik, yakni yakni PT MNK, yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat.

Dengan mulai beroperasinya pabrik ammonium nitrat milik PT KNI pada tahun 2011, ketergantungan industri pertambangan yang sangat tinggi terhadap produk ammonium nitrat yang diimpor dari luar negeri akan jauh berkurang. Selain itu, devisa pemerintah yang selama ini digunakan untuk mengimpor ammonium nitrat sebesar sekitar US$180juta per tahun akan bisa dihemat.

Pabrik ammonium nitrat menggunakan amoniak sebagai bahan baku utama yang tersedia dan diproduksi dalam jumlah sangat besar oleh beberapa industri di lingkungan kawasan industri KIE, sehingga nilai tambah amoniak yang selama ini dinikmati oleh produsen ammonium nitrat di luar negeri akan bisa berpindah ke Indonesia.

Tersedianya tenaga kerja di Bontang yang berpengalaman atau setidaknya yang sudah mengenal industri petrokimia merupakan pertimbangan penting dalam pemilihan lokasi pabrik, selain tentunya ketersediaan sarana dan prasarana yang mencukupi di lingkungan kawasan industry KIE.

Jumlah tenaga kerja yang akan diserap proyek pembangunan pabrik ammonium nitrat ini kurang lebih 1000 tenaga kerja sedangkan pada saat operasi sekitar 200 orang.

Ammonium Nitrat merupakan bahan baku bahan peledak untuk memenuhi keperluan industri pertambangan di Indonesia. (Faw/OL-7)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 21:32 WIB
Kamis, 02 September 2010 20:10 WIB
Kamis, 02 September 2010 18:15 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:37 WIB
Kamis, 02 September 2010 15:26 WIB
Kamis, 02 September 2010 12:06 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:12 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:07 WIB
Kamis, 02 September 2010 08:41 WIB
Kamis, 02 September 2010 01:20 WIB
Rabu, 01 September 2010 22:06 WIB
Rabu, 01 September 2010 21:58 WIB


   Index Berita