Advertisiment
Transparansi dalam Kasus Bank Century
Selasa, 01 September 2009 00:01 WIB      158 Komentar     128   14

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

RIBUT-RIBUT soal pengucuran dana penyelamatan Bank Century terus berlanjut walaupun Menteri Keuangan Sri Mulyani berulang kali mengatakan penyelamatan terhadap bank kecil itu telah sesuai dengan peraturan.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia. Padahal, dana yang disetujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun.

Misteri itulah yang ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi terhadap bank.

Tidak hanya KPK, DPR pun meminta BPK mengaudit proses bailout tersebut. Itu karena sebelumnya DPR pada 18 Desember 2008 telah menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) sebagai payung hukum dari penyelamatan bank milik pengusaha Robert Tantular itu.

Kasus Bank Century telah memperlihatkan kepada kita bahwa ada bank kecil yang mendapatkan dukungan besar dari otoritas keuangan dan bank sentral. Pertanyaannya adalah semangat apakah yang melatarinya?

Argumentasi yang muncul dari pihak berwenang sejauh ini adalah bahwa proses penyelamatan Bank Century telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam UU LPS dan perintah dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Bahwa pembiayaan yang dikeluarkan LPS untuk menyelamatkan Bank Century berasal dari kekayaan LPS, bukan uang negara.
Saat likuidasi Bank Century, terdapat 23 bank yang masuk pengawasan BI. Dan pengambilalihan itu bertujuan memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat untuk mencegah rush yang bila dibiarkan, akan berdampak sistemik terhadap perekonomian nasional.

Terlepas dari argumen pemerintah, BI, dan LPS, yang harus diuji kebenarannya, kasus Bank Century dalam level tertentu diperkeruh isu transparansi yang dipertanyakan banyak kalangan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan tegas menyatakan ia sama sekali tidak tahu tentang proses bailout bank tersebut karena tidak pernah mendapatkan laporan dari Sri Mulyani saat kebijakan itu diambil.

Adalah aneh, seorang wakil presiden yang selama ini dikenal sebagai driving force dalam kebijakan ekonomi tidak mengetahui dan tidak dilapori. Ketidaktahuan Wapres menjadi bukti bahwa transparansi menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan dalam isu bailout ini.

Kasus Bank Century juga tidak terlepas dari isu tidak sedap mengenai dugaan keterlibatan petinggi kepolisian. Terkait dengan persoalan di Bank Century pernah muncul sebuah polemik tentang cicak versus buaya antara kepolisian dan KPK. Ini juga menjadi tanda tanya tersendiri yang harus diungkap.

Ada pula isu bahwa penyelamatan Bank Century dilakukan semata untuk menyelamatkan dana nasabah tertentu.

Masih banyak misteri yang melingkupi kasus penyelamatan Bank Century. Karena itu, audit investigasi BPK harus dilakukan dengan tuntas.

Jangan sampai ada penumpang gelap yang bermain dengan mengatasnamakan penyelamatan ekonomi nasional.

Pertanyaan yang amat mengganggu bukanlah pada alasan mengapa Bank Century harus diselamatkan. Namun, pada mengapa untuk sebuah bank kecil dengan aset yang juga kecil harus dikucurkan dana yang begitu besar? Apalagi pemilik bank itu sedang terlibat kasus pidana penggelapan uang nasabah?

Apakah semua kejahatan pidana pemilik bank harus ditanggulangi negara? Jadi, soal mengapa sudah transparan. Yang belum terang benderang adalah soal jumlah yang sangat besar.

Sent from my BlackBerry® powered by

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

09-02-2010 12:27:01 WIB
Oleh: EDWARD KURONG
sangat prihatin

kasus bank senturi harus di tuntas dngan baik, sebab kalo tidak dituntas akan mempengaruhi bank - bank lain......




09-02-2010 11:41:18 WIB
Oleh: BALTASAR
Kesimpulan awal Pansus Bank century

Nampaknya P Demokrat tidak mewakili rakyat untuk mengungkap kasus balout Bank Century secara baik dan benar, saya adalah constituante dari partai ini merasa kecewa dan mengusulkan agar semua pengurus partai ini dibubarkan karena nyata - nyata bekerja menjadi corong penguasa yang terindikasi korupsi, bukan untuk rakyatnya.




08-02-2010 13:06:45 WIB
Oleh: peduli
pemerinta korup terus

mestinya sby juga dipangil pansus jangan limpakan tanggung jawab ama anak buah aja kan yang membuat cair dana century pak sby ayo om sby tanggung jawab donk.......dasar sudah...terjadi nggak mau tanggung jawab




08-02-2010 01:40:46 WIB
Oleh: omoh
gantung

waduk ah gantung koruptor!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1




07-02-2010 11:23:46 WIB
Oleh: dody fariawan
kemana dana sebesar 6,7 triliun

kepada yang terhormat pansus tolonglah di kelarin secepat nya karena kami sudah terlalu lama menanti hasil dari sidang yang pansus buat




06-02-2010 19:26:54 WIB
Oleh: femina
Sebaiknya....

Sebaiknya bagi pejabat2 yg terkait dalam kasus ini agar segera berhenti utk membohongi negara,,agar kasus ini cepat terungkap..... sepandai-pandainya tupai melompat,,tetap akan jatuh jg.. semoga sukses yahhhhhh ??? untuk org2 yg telah bekerja keras menangani kasus ini....




06-02-2010 19:25:22 WIB
Oleh: femina
Sebaiknya....

Sebaiknya bagi pejabat2 yg terkait dalam kasus ini agar segera berhenti utk membohongi negara,,agar kasus ini cepat terungkap..... Sepandai-pandainya tupai melompat,,tetap akan jatuh jg.. semoga sukses yahhhhhh ??? untuk org2 yg telah bekerja keras menangani kasus ini....




05-02-2010 18:13:01 WIB
Oleh: dindda...
thxx beudhh

thx yah............... berkatt inni tugass karya ilmiahh.kku selesaii juga......




05-02-2010 09:44:55 WIB
Oleh: Amir Ar Razzaaq
jujur....

Mohon jangan berbelit-belit menangani kasus century ini, untuk yang bersangkutan segeralah berterus terang karena sepandai-pandainya kita menutupi bau bangkai pada akhirnya kecium juga ko




MORE NEWS
Rabu, 10 Februari 2010 00:01 WIB
Selasa, 09 Februari 2010 00:01 WIB
Senin, 08 Februari 2010 00:01 WIB
Sabtu, 06 Februari 2010 00:01 WIB
Jumat, 05 Februari 2010 00:00 WIB
Kamis, 04 Februari 2010 00:01 WIB
Rabu, 03 Februari 2010 00:01 WIB
Selasa, 02 Februari 2010 00:00 WIB
Senin, 01 Februari 2010 00:00 WIB
Sabtu, 30 Januari 2010 00:00 WIB
Jumat, 29 Januari 2010 00:00 WIB
Kamis, 28 Januari 2010 00:00 WIB


   Index Berita