Advertisiment
Krisis di Afghanistan
Hormati Hari Perdamaian, Dua Kubu Hentikan Serangan
Minggu, 20 September 2009 19:58 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

KABUL--MI: Pasukan Afghanistan dan asing akan menghentikan operasi-operasi serangan dalam perang yang meningkat terhadap gerilyawan Taliban untuk memperingati Hari Perdamaian Internasional PBB, kata kementerian pertahanan, Minggu (20/9).

Menteri Pertahanan Afghanistan Abdul Rahim Wardak memerintahkan pasukannya untuk tetap defensif pada Hari Perdamaian, yang diperingati setiap 21 September, dan tidak menyerang posisi-posisi gerilyawan kecuali diserang, kata juru bicaranya Mohammad Zahir Azimi.

"Rakyat Afghanistan lebih haus bagi perdamaian ketimbang bangsa lainnya. Mereka mengalami puluhan tahun perang dan kini mereka menginginkan perdamaian," kata Azimi.

Instruksi itu menyusul satu perintah serupa dari Jenderal AS Stanley McChrystal, yang kecewa dengan gencatan senjata yang dilakukan oleh lebih dari 100.000 tentara AS dan NATO yang ia komandoi dalam usaha menumpas pemberontakan oleh Taliban.

Pasukan akan berada dalam defensif tetapi "tidak akan melakukan operasi serangan militer pada 21 September untuk memperingati Hari Perdamaian Internasional PBB," kata McChrystal.

"Ini konsisten dengan niat kami untuk membantu tentara dan polisi nasional melindungi rakyat Afghanistan dari musuh-musuh perdamaian Taliban dan lain-lainnya ," katanya dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Hari Perdamaian Internasional PBB diberlakukan tahun 1981 dan pada tahun 2002, 21 September diumumkan tanggal permanen tahunan untuk "memperingati dan memperkokoh gagasan-gagasan perdamaian baik di kalangan semua negara maupun rakyat.

Taliban dilaporkan mengatakan para pejuang mereka tetap dalam defensif bagi hari perdamaian, tetapi pasukan asing di Afghanistan ragu apakah para gerilyawan akan memegang kata-kata mereka.

"Taliban mengatakan mereka tidak akan melancarkan operasi selama Ramadan, tetapi enam tentara Italia tewas dan banyak penduduk tewas dalam serangan-serangan bunuh diri di seluruh negara itu," kata seorang Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang berada dibawah komando NATO. (Ant/OL-04)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Jumat, 10 September 2010 18:01 WIB
Jumat, 10 September 2010 17:35 WIB
Jumat, 10 September 2010 17:29 WIB
Jumat, 10 September 2010 16:48 WIB
Jumat, 10 September 2010 11:52 WIB
Jumat, 10 September 2010 10:54 WIB
Jumat, 10 September 2010 05:16 WIB
Kamis, 09 September 2010 22:37 WIB
Kamis, 09 September 2010 22:29 WIB
Kamis, 09 September 2010 22:19 WIB
Kamis, 09 September 2010 16:11 WIB
Kamis, 09 September 2010 12:54 WIB


   Index Berita