Advertisiment
Ketua RT Aniaya Anak SD
Jumat, 09 Oktober 2009 12:14 WIB      0 Komentar     0   0
Penulis : Dede Susanti

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

BOGOR--MI: Ferdiansyah, 14, yang masih duduk di kelas IV SDN 1 Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, harus menerima fitnah dan penganiayaan dari warga, bahkan seorang Ketua RT ikut terlibat.

Didi, begitu panggilannya, adalah warga Kampung Jerorante, RT 04/04, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor itu melalui amukan massa, yang salah satunya adalah Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kampung Paburan, Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Kisah tragis anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan suami-istri sederhana bernama Mimi, 35, dan Taufik alias Toto, yang bekerja serabutan itu gara-gara tuduhan tidak beralasan, yakni pencurian sebuah handphone (HP) dan Rp1,3 juta milik Encep Zulkifli, 54, Ketua RT.

Runutan kejadian berawal pada Sabtu (3/10). Saat itu, Didi bersama empat temannya bermain di Kampung Pabuaran, tak jauh dari rumah Encep. Tidak ada masalah pada hari itu. Namun, keesokan harinya, yakni Minggu (4/10), Encep mengaku kehilangan HP Nokia 3315 dan uang miliknya yang besarannya mencapai Rp1,3 juta. Entah apa alasannya, Encep kemudian menuduh Didi cs sebagai pelakunya. Pada Senin (5/10), sekitar pukul 10:00 WIB, Encep mengutus anaknya yang bernama Fahmi menjemput Didi yang saat itu tengah bersama empat kawannya di kawasan Gadog, Kecamatan Ciawi.

Didi cs dibawa ke Kampung Pabuaran, RT 10/3, Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, dan kemudian diberondong pertanyaan yang setengah interogasi oleh Idris, salah seorang warga. Bukan hanya diberondong pertanyaan, Didi yang bertubuh kecil itu juga mulai mendapatkan pukulan dan tendangan. Karena siksaan itu, Didi akhirnya terpaksa mengaku telah mengambil HP dan uang milik Encep. Nasib baik bagi keempat temannya. Mereka langsung dilepas begitu saja. Sementara, Didi ditahan dengan kondisi lemah.

Menjelang petang atau sekitar pukul 16:00, warga Kampung Paburan pun menjemput sang ibu, Mimi. Mimi diminta untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anaknya. Senasib dengan Didi, Mimi pun diberondong tekanan, meski tidak berupa fisik. Kemudian warga meminta Mimi pulang tanpa Didi yang mereka tahan sebagai jaminan. Sepeninggal ibunya, Didi tidak lantas terbebas dari siksaan. Hingga Selasa (6/10) dini hari atau sekitar pukul 01:00, warga terus menganiaya Didi dengan melancarkan bogem mentah secara terus menerus, baik ke arah muka maupun bagian perut.

Didi akhirnya bisa pulang tiga jam kemudian atau sekitar pukul 04:00. Saat itu, bagian muka Didi sudah jauh dari wajah aslinya alias sudah bonyok. Mirisnya, Didi pulang dengan kaki kanan pincang. Katanya, itu akibat tendangan beruntun yang diterimanya. Sesampainya di rumah, dia langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur pulas.

Derita Didi rupanya tidak sampai di situ. Didi kembali kedatangan tamu yang tidak diundang yakni Idris dan Encep. Saat itu, sekitar pukul 08:00, Didi masih lelap. Entah apa yang ada dipikiran kedua orang tersebut, mereka langsung menyeret tubuh Didi keluar dari kamarnya.

Menurut pengakuan Mimi, saat itu kedua orang tersebut datang dan mengatakan akan membawa Didi untuk dilakukan pengobatan. Mimi mengaku sangsi dengan niat kedua orang tersebut, karena melihat cara membawa anaknya yang diseret. "Masa mau diobati caranya begitu. Apalagi, saat itu, Didi meronta. Tapi, mereka bukannya berhenti malah menggotong anak saya seperti kambing," kata Mimi.

Firasat sang bunda ternyata tidak meleset. Bukannya diobati, Didi kembali mendapatkan siksaan. Bahkan, penyiksaan dilakukan dengan mengikat Didi. Merasa nasib anaknya terancam, Mimi yang didampingi suaminya, Taufik, mendatangi rumah Idris. Saat itu, waktu berselang tiga jam, setelah Idris dan Encep menjemput Didi. Benar saja, saat keduanya tiba, Didi sudah dalam keadaan tergolek lemas dan tidur di lantai. (DD/OL-04)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 15:19 WIB
Kamis, 02 September 2010 13:07 WIB
Kamis, 02 September 2010 08:49 WIB
Rabu, 01 September 2010 18:56 WIB
Rabu, 01 September 2010 17:40 WIB
Rabu, 01 September 2010 17:36 WIB
Rabu, 01 September 2010 14:19 WIB
Rabu, 01 September 2010 13:09 WIB
Rabu, 01 September 2010 12:31 WIB
Rabu, 01 September 2010 12:28 WIB
Rabu, 01 September 2010 11:58 WIB
Rabu, 01 September 2010 10:21 WIB


   Index Berita