Advertisiment
Kapal China Dibajak di Somalia
Selasa, 20 Oktober 2009 14:09 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

BEIJING--MI: Pembajak kapal China bermuatan batu bara yang sedang berlayar di Lautan Hindia menunjukkan bahwa perompak Somalia memperluas operasi mereka dari Teluk Aden, kata para awak kapal China.

De Xin Hai, memuat sekitar 76.000 ton batu bara dari Afrika Selatan ke pelabuhan Mundra, di Gujarat, India, dan dibajak pada sekitar 700 mil laut di lepas pantai timur Somalia, Ahad, kata pasukan antiperompak Uni Eropa.

Kapal itu akan dibawa ke Haradheere, daerah pertahanan perompak, atau Hobyo, yang keduanya berada di tengah perairan Somalia di garis pantai Lautan Hindia, kata para perompak seperti dikutip harian Reuters.  Ini adalah untuk pertama kalinya dilaporkan serangan terhadap sebuah kapal dagang China di Lautan Hindia, katanya.

"Kapal dagang China mendapat perlindungan utama di sekitar dan di Teluk Aden, yang tidak sebesar Lautan Hindia, Sedangkan Teluk Aden lebih terbatas wilayahnya," katanya.

Kapal-kapal China berlayar melalui Teluk Aden dengan membentuk konvoi, yang dikawal oleh kapal perang dari Djibouti ke mulut Teluk, menurut laman jejering perhimpunan itu.

Konvoi kapal China berlayar setiap lima hari ke beberapa pelabuhan tujuan. De Xin Hai, saat itu, berlayar sendirian di lepas pantai timur Afrika, ketika dia dibajak, dengan sekitar 25 awak kapal berkebangsaan China berada di dalamnya.

Pemilik kapal tersebut, Qingdao Ocean Shipping, satu unit China Ocean Shipping atau COSCO, minta bantuan Senin petang.

Kapal tersebut sedang berlayar di pantai timur Afrika, dan disarankan untuk bertahan pada sedikitnya berjarak 600 mil laut dari lepas pantai. Sedangkan De Xin Hai berada di atas kisaran itu.

"Somalia kini memusingkan bagi setiap orang. Jika anda berada terlalu jauh dari pantai, anda bisa tak cukup waktu dan itu berarti mengeluarkan uang tambahan," kata pengusaha kapal Hong Kong.

"Setiap kapten kapal pernah memutuskan bagaimana lepas pantai menjadi jalur mereka, berdasarkan pengalaman mereka."

Beberapa armada kapal penangkap ikan Prancis dan Spanyol di utara Seychelles, juga diserang dalam beberapa pekan belakangan ini, pada saat perompak beroperasi di Lautan Hindia. Para kapten kapal biasanya mulai melakukan tindakan menghindar diri ketika mereka memergoki perompak.

Pengusaha kapal itu menambahkan, bahwa armada kapal perompak yang lebih kecil 'tak mudah diawasi, terutama pada waktu malam.'

Kapal-kapal perang hanya bisa membantu jika mereka kurang dari 45 menit jaraknya dari tempat kejadian, kata dia menambahkan. (Ant/OL-04)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Jumat, 03 September 2010 03:49 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:30 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:18 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:56 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:50 WIB
Kamis, 02 September 2010 13:57 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:24 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:21 WIB
Kamis, 02 September 2010 10:12 WIB
Kamis, 02 September 2010 09:42 WIB
Kamis, 02 September 2010 08:10 WIB
Kamis, 02 September 2010 07:39 WIB


   Index Berita