Advertisiment
Ary Muladi Mengaku tidak Kenal Ade, Chandra, maupun Bibit
Jumat, 06 November 2009 20:42 WIB      0 Komentar     0   0
Penulis : Nurulia Juwita Sari

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

JAKARTA-MI: Ary Muladi yang dalam tuduhan polisi sebagai orang yang menyerahkan uang kepada pimpinan KPK telah mencabut keterangannya seperti dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pertama. Namun Kapolri, dalam rapat dengan Komisi III DPR Kamis malam tetap mengatakan Ary tidak pernah mencabut BAP dan dia adalah orang yang menyerahkan uang kepada pimpinan KPK nonaktif Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah.

Metrotv berhasil mewancarai Ary terkait dengan penjelasan Kapolri di forum terhormat tersebut. Dan, Ary menegaskan penjelasan terkait hal itu tidak benar. Artinya, data-data yang disampaikan Kapolri di depan Komisi III terkait masalah tersebut tidak benar. Berikut petikan wawancara Ary dengan Metrotv yang disiarkan, Jumat (6/11) petang.


Tanya (T): Anda mengubah BAP karena rasa bersalah atau ada faktor lainya?
J (Jawab): Karena saya merasa bersalah, saya ini sudah tua. Saya hanya meyakini ini yang benar. Apa yang saya alami akan saya ceritakan apa adanya.

T : Jadi mana yang benar?
J : saya berpegang pada kebenaran. Kalau tidak, saya akan mendzolimi orang lain dan keluarga saya.

T : Mendzolimi Bibit dan Chandra?
J : Iya. Dengan berita acara itu. Saya minta maaf kepada mereka berdua. keluarga saya juga jadi ikut menanggung akibat dari apa yang saya perbuat.

T : Kalau bertemu Bibit dan Chandra apa yang akan Anda lakukan?
J : Saya akan minta maaf pada mereka.

T : Dalam rekaman yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi, Anggodo berbicara dengan seseorang yang diduga Anda?
J : Saya pernah berbicara dengan Anggodo saat diperiksa. Waktu itu, Anggodo menelepon ke penyidik, lalu (telepon penyidik) dikasihkan ke saya. Anggodo meminta saya supaya mengingat tanggal-tanggal itu.

T : Jadi untuk mengatur sesuai tanggal?
J : Untuk mengatur supaya saya mengikuti alur cerita sesuai tanggal. Kalau yang mengatur tanggal, dia (Anggodo).

T : Kalau kronologis?
J : kalau kronologis dia sudah bikin, saya tinggal cocokin tanggal-tanggalnya. Saya baca kadang jelas, kadang nggak. Tapi saya teken.

T : Jadi yang membuat skenario itu Anggodo?
J : Ya. Kalau sejak awal saya tahu itu skenario, saya tidak akan masuk ke situ.

T : Di rekaman itu, Anggodo berbicara terlebih dahulu dengan penyidik, lalu dengan Anda?
J : Ya begitu.

T : Jadi penyidik ikut terlibat juga?
J : (tertawa) Saya tidak bilang begitu.

T : Tapi sebelum dengan Anda, Anggodo berbicara dengan penyidik dulu?
J : Ya, itu fakta yang ada.

T : Apakah Anggodo datang ke tahanan Mabes Polri saat Anda ditahan?
J : Pada saat saya ditahan, pak Anggodo pernah datang menengok saya dua kali. Intinya supaya saya kembali ke BAP sebelumnya. Saya memutuskan tidak akan kembali (pada BAP) bahwa uang (saya) serahkan kepada Bibit dan Chandra.

T : Pernahkah Anggodo mengajak Anda menemui Susno Duadji?
J : Pernah, ketemu di Bareskrim, di kantornya. Tanggalnya saya lupa, tapi sebelum ditahan.

T : Untuk apa?
J : Untuk menerangkan kepada Susno bahwa saya ini yang menyerahkan uang kepada pimpinan KPK.

T : Lalu apa reaksinya?
J : Reaksi Susno, bilang bagus.., bagus...ya...ya...bagus.

T : Ada pertemuan lainnya?
J : Ya, setelah itu ada lagi. Saya ketemu terkait hal yang sama. Tanggal-tanggalnya saya lupa. Susno agak marah ke saya karena saya lupa tanggalnya. Dia bilang, saya saja masih ingat kejadian empat, lima tahun lalu. Masa Anda yang lebih muda dari saya lupa. Pertemuan itu sebelum saya ditahan, masih berstatus saksi. Jadi bertemu bertiga untuk membahas jalannya kasus ini menurut versi Anggodo.

...


T : Anda sadar pernyataan Anda bertentangan dengan Kapolri?
J : Saya sadar, dan itu yang saya alami. Saya hanya menceritakan peristiwa yang saya alami dan apa yang saya perbuat.

T : Anda diminta mengakui kenal Ade Rahardja (deputi penindakan KPK)?
J : Iya, tapi saya tidak kenal.

T : Apa dalam proses penyidikan itu Anda terus menerus ditekan pertanyaan, apakah bertemu dengan Ade Rahardja?
J : Ya, terus (ditekan). Inti pertanyaannya, apa saya kenal Ade. (kata penyidik) 'sekali saja bilang bahwa kamu kenal Ade'. Saya bilang saya tidak kenal, wajahnya saja saya tidak tahu.

T: Jadi Anda tidak kenal Ade Rahardja?
J: Saya tidak kenal Ade, tidak kenal Chandra, tidak kenal Bibit. Bertemu pun tidak pernah.

T : Sebenarnya link antara Ary Muladi dengan KPK itu bagaimana?
J : Saya tidak ada link langsung dengan KPK. Saya itu ke Yulianto. Saya nggak ngerti sama sekali.

T : Tapi Yulianto itu ada?
J : Yulianto itu benar-benar ada.

...

T: Kenapa di BAP awal, Anda bersedia mengaku sebagai yang menyerahkan uang ke pimpinan KPK?
J: Saya ingin melindungi Anggodo. Biar saya yang di depan.

T : Kenapa Anda mau berkorban sedemikian besar untuk Anggodo?
J : Itu karena saya tidak mau mengecewakan Anggodo. Saya berusaha memahami apa yang dialami Anggodo, karena itu saya bantu.

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 23:59 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:03 WIB
Kamis, 02 September 2010 20:17 WIB
Kamis, 02 September 2010 19:41 WIB
Kamis, 02 September 2010 19:14 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:30 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:24 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:06 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:01 WIB
Kamis, 02 September 2010 15:50 WIB
Kamis, 02 September 2010 14:54 WIB
Kamis, 02 September 2010 13:50 WIB


   Index Berita