Advertisiment
Tujuh Kasus Kriminal Timpa Jemaah Calon Haji Indonesia
Senin, 09 November 2009 11:58 WIB      2 Komentar     0   0
Penulis : Eni Kartinah

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

MEKAH--MI: Selain Saisah, ada beberapa jemaah lain yang juga menjadi korban. Terhitung sejak 1 November lalu, saat jemaah calon haji Indonesia mulai memasuki Mekah, hingga Minggu (8/11), setidaknya sudah tujuh kasus kriminal.

Itu yang tercatat oleh Sektor Khusus Jemaah Sesat Jalan. Jenis kasusnya beragam, mulai dari penipuan, perampasan uang, hingga pelecehan seksual. "Pelakunya kebanyakan mukimin, yakni orang Indonesia yang bermukim di sini. Kasus-kasus seperti ini terjadi setiap tahun," ujar Kepala Sektor Khusus Jemaah Sesat jalan, M Ali Saifudin, di Mekah, beberapa hari lalu.

Beragam modus digunakan si pelaku. Ada yang berpura-pura menjadi petugas, ada pula yang berlagak menjadi sesama jemaah. Kadang mereka berpakaian biasa, kadang berseragam yang mirip petugas. Ada pelaku yang memakai perlengkapan tas paspor bergambar bendera merah putih layaknya tas jemaah. Bahkan, ada pula yang berpakaian ihrom. "Hampir semuanya berpura-pura menolong jemaah yang kebetulan terpisah dari rombongan atau mencari toilet maupun tempat wudu. Pura-pura membawakan tas, menanyakan identitas, kemudian membawa kabur uang dan benda berharga milik jemaah," jelas Ali yang berasal dari unsur kepolisian.

Aksi intelijen kecil-kecilan yang dilakukan Ali bersama timnya berhasil mengidentifikasi sejumlah pelaku. Menurutnya, pelaku berkelompok dengan jumlah beragam. Ada yang mencapai tujuh orang. Mereka terorganisir dan bisa membedakan antara jemaah dan petugas. Meski bisa mengidentifikasi, menurut Ali, pihaknya tidak bisa begitu saja menangkap orang yang dicurigai tersebut. "Lain dengan di Indonesia, di sini, kami harus memiliki bukti kuat lebih dulu untuk bisa menangkap dan menginterogasi mereka," terang Ali.

Ali juga menjelaskan, jumlah personelnya di lapangan yang hanya 12 orang menjadi batasan tersendiri. Jika mengikuti teori kepolisian, perbandingan 1 petugas untuk 200 jemaah baru ideal. Namun, itu jelas tidak mungkin mengingat kuota petugas haji yang terbatas. Maka, tidak ada cara selain memaksimalkan fungsi pengamanan jemaah.

Selain itu, berulang-ulang Ali berpesan agar jemaah selalu berhati-hati. Pesannya seperti jangan pernah bepergian atau berjalan sendirian, jika bepergian, bawa uang secukupnya saja, jangan pernah menyerahkan tas yang berisi barang berharga kepada siapapun, jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal, selalu berkoordinasi dengan kepala regu atau rombongan, jika sesat jalan, minta tolonglah pada petugas haji Indonesia, atau pada petugas keamanan Arab Saudi agar diantar ke pos petugas haji Indonesia, dan bagi jemaah wanita, kenakan busana muslimah yang longgar. Soalnya, pakaian ketat meski menutup seluruh tubuh berpotensi mengundang aksi pelecehan seksual. (Nik/OL-04)

Sent from my BlackBerry® powered by

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

10-11-2009 10:24:18 WIB
Oleh: Fadlah-Afifah
Manajemen Haji

Setiap tahun jamaah haji selalu banyak keluhan ; pemondokan , makan , tranportasi dll . Hal ini karena masih memakai MANAJEMEN HAJI yang lama atau yg turun temurun dan tidak memakai orang2 yg belum pernah berhaji , kalupun dipaksakan jamaah tidak terurus bahkan terbengkalai . Pengurus harus bisa bahasa Arab .




10-11-2009 10:23:02 WIB
Oleh: Fadlah-Afifah
Manajmen Haji

Setiap tahun jamaah haji selalu banyak keluhan ; pemondokan , makan , tranfortasi dll . Hal ini karena masih memakai MANAJEMEN HAJI yang lama atau yg turun temurun dan tidak memakai orang2 yg belum pernah berhaji , kalupun dipaksakan jamaah tidak terurus bahkan terbengkalai . Pengurus harus bisa bahasa Arab .




MORE NEWS
Selasa, 09 Februari 2010 13:16 WIB
Senin, 08 Februari 2010 11:40 WIB
Minggu, 07 Februari 2010 05:17 WIB
Sabtu, 06 Februari 2010 13:25 WIB
Kamis, 04 Februari 2010 21:19 WIB
Kamis, 04 Februari 2010 18:59 WIB
Selasa, 02 Februari 2010 17:21 WIB
Selasa, 02 Februari 2010 11:18 WIB
Senin, 01 Februari 2010 08:09 WIB
Rabu, 27 Januari 2010 22:55 WIB
Minggu, 17 Januari 2010 15:58 WIB
Minggu, 17 Januari 2010 12:04 WIB


   Index Berita