Advertisiment
Pengakuan Williardi
Tim Delapan Makin Yakin Adanya Upaya Pelemahan KPK
Rabu, 11 November 2009 15:18 WIB      0 Komentar     0   0
Penulis : Maya Puspita Sari

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

Get the Flash Player to see this player.
TJAKARTA--MI: Tim Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Dua Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non-aktif Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah atau Tim Delapan makin meyakini adanya upaya rekayasa pelemahan terhadap KPK.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Delapan Adnan Buyung Nasution dan anggota Tim Delapan Todung Mulya Lubis, Rabu (11/11) menanggapi kesaksian mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wiliardi Wizard dalam persidangan kasus pembunuhan yang mendudukan mantan Ketua KPK Antasari Azhar sebagai tersangka. Dalam persidangan kemarin, Wiliardi yang juga tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Direktur PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkarnain, bersaksi berita acara yang menyebutkan Antasari sebagai otak pembunuhan Nasrudin tidak benar. Ia mengaku terpaksa berbohong karena ditekan atasannya di kepolisian untuk merekayasa kasus ini dan menjerat Antasari.

"Jadi ini semakin runyam. Semakin kentara bahwa ada sesuatu yang tidak beres di negara ini. Saya menjadi amat prihatin, semua gejala ini dan fakta-fakta yang sudah terungkap ini baik dalam kasus Bibit dan Chandra yang sudah kita saksikan bersama tidak ada bukti-bukti kuat. Begitu juga dalam kasus Antasari Azhar, sekarang sudah terkuak bahwa berita acara ini direkayasa. Semua ini menjadi pertanyaan besar yang membuat saya tidak bisa tidur," cetus Adnan di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden.

Adnan mengungkapkan, apa yang menimpa Bibit dan Chandra serta dugaan rekayasa kepolisian dalam kasus Antasari menimbulkan spekulasi di masyarakat tentang adanya skenario dan rekayasa untuk menghancurkan, mengkerdilkan, dan meruntuhkan KPK. "Kalau skenario itu benar-benar ada, maka yang pertama dijadikan target sasaran adalah Antasari yang dituduh pembunuhan. Apa betul ada pembunuhan? Fakta ada korban bernama Nasrudin. Apa betul yang membunuh Antasari? apakah ini sebuah jebakan? Awalnya Antasari, lalu Bibit dan Chandra. Kan begitu jadinya, ini menjadi sebuah pertanyaan besar," tukasnya. (MP/OL-06)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 23:59 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:03 WIB
Kamis, 02 September 2010 20:17 WIB
Kamis, 02 September 2010 19:41 WIB
Kamis, 02 September 2010 19:14 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:30 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:24 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:06 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:01 WIB
Kamis, 02 September 2010 15:50 WIB
Kamis, 02 September 2010 14:54 WIB
Kamis, 02 September 2010 13:50 WIB


   Index Berita