Advertisiment
Kisruh KPK-Kepolisian
Presiden Harus Cepat Tanggap
Rabu, 11 November 2009 15:31 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

JAKARTA--MI: Ketua Tim Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Dua Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non-aktif Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah atau Tim Delapan, Adnan Buyung Nasution mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus cepat dan tanggap merespon berbagai situasi yang berkembang belakangan terkait kasus yang menimpa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Adnan menyatakan hal ini menanggap keterangan Williardi Wizard dalam sidang kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkarnain, dengan terdakwa Antasari Azhar. Dalam sidang di PN Jakarta Selatan, kemarin, Williardi menyatakan mendapat tekanan dari atasannya untuk menjadikan Antasari sebagai sasaran dalam kasus pembunuhan ini.

"Diminta atau tidak Tim Delapan, saya kira Presiden juga harus tergerak hatinya, paling tidak untuk mempertanyakan what's wrong with our country? What's wrong with our nation? Apa yang salah pada bangsa kita? Apa yang salah dengan negara ini? Mau dibawa kemana negara ini? Bagaimana nasib republik ini? Ini akan terus menerus dan berlarut-larut," katanya.

Menurut Adnan, kisruh antara Kepolisian, Kejaksaan Agung dan KPK ini tidak terlepas dari lemahnya sikap para pemimpin bangsa. "Ini akar masalahnya juga leadership bangsa juga. Masalah kepemimpinan bangsa kita juga, jadi saya pikir Presiden harus segera, tanpa diminta oleh rakyat ataupun Tim Delapan agar tergerak hatinya. Beliau sendiri seharusnya cepat tanggap menghadapi masalah ini," cetusnya.

Sementara itu, Todung Mulya Lubis mengaku kaget sekaligus prihatin mendengar kesaksian Wiliardi di persidangan. 

"Itu mengejutkan saya. Kalau itu benar bahwa orang bisa berspekulasi sekali lagi bahwa memang ada satu rekayasa. Kalau betul apa yang dikatakan Wiliardi, saya betul-betul shock. Mengapa bisa begini. Ini kan kasus yang sangat serius. Kalau dalam kasus Antasari saja kejadiannya bisa seperti ini dalam kasus lain orang juga kita bisa berspekulasi hal yang sama, tapi mudah-mudahan saya salah," tutur Todung. (MP/OL-06)





Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 23:59 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:03 WIB
Kamis, 02 September 2010 20:17 WIB
Kamis, 02 September 2010 19:41 WIB
Kamis, 02 September 2010 19:14 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:30 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:24 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:06 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:01 WIB
Kamis, 02 September 2010 15:50 WIB
Kamis, 02 September 2010 14:54 WIB
Kamis, 02 September 2010 13:50 WIB


   Index Berita