Advertisiment
Skenario Menjerat Antasari Azhar
Kamis, 12 November 2009 00:01 WIB      78 Komentar     8   0

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

PANGGUNG pertunjukan selalu terbuka bagi Antasari Azhar. Dia dikecam sekaligus disanjung. Ketika menapaki tangga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia dicibir dan diragukan. Tetapi tatkala mulai menangkap dan menggiring banyak koruptor ke bui, dia dielukan dan menjadi idola.  Tetapi masa jaya Antasari tidak bertahan lama.

Dia terjerembap dalam perkara pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Dia dituduh menjadi aktor intelektual kasus pembunuhan itu. Posisinya sebagai Ketua KPK dicopot. Dia dijebloskan ke sel dan ditahan di tahanan Polda Metro Jaya sejak enam bulan silam.

Kasus Antasari tertelan semarak skandal dugaan rekayasa kriminalisasi dua Wakil Ketua nonaktif KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah. Polisi dituding telah merekayasa kasus Bibit-Chandra. Bahkan polisi mendapat julukan baru sebagai penulis skenario yang piawai.

Nama Antasari kembali melambung dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (10/11). Juga nama polisi kembali tersandung sebagai pembuat rekayasa dan pengarang skenario. Publik terkesima. Polisi kembali diposisikan sebagai perekayasa kasus Antasari Azhar. Bukan sembarang orang yang membuka adanya skenario penggiringan Antasari menjadi pesakitan. Bukan pula sembarang sosok yang mengaku ada rekayasa membawa Antasari ke tahanan.

Pengakuan yang menggemparkan itu datang dari seorang perwira polisi berpangkat komisaris besar. Dialah Wiliardi Wizard, mantan Kapolres Jakarta Selatan. Dia membongkar skandal rekayasa kasus Antasari di forum terhormat; pengadilan. Antasari terharu dan menangis. Pengacara keheranan karena pengakuan itu datang dari saksi yang diajukan jaksa. Dan jaksa? Jaksa pasti sesak napas.

Wiliardi seharusnya memperkuat tuduhan jaksa bahwa Antasarilah aktor di balik kasus pembunuhan itu. Keterangan saksi yang dipercaya adalah keterangan yang diberikan di depan persidangan. Bukan keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Hal itu jelas-jelas diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Pada Pasal 185 ayat (1) disebutkan, keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan. Jadi, hakim, jaksa, dan pengacara memegang keterangan saksi yang diberi di depan persidangan.

Saksi yang mencabut BAP di depan persidangan tidak boleh dipandang sebagai pembohong. Tidak hanya hakim yang bertugas mencari keadilan, tetapi juga jaksa dan pengacara mengagungkan keadilan, bukan mencari kemenangan.

Kesaksian Wiliardi Wizard telah meruntuhkan bangunan skenario menjerat Antasari sebagai aktor intelektual kasus pembunuhan. Kesaksian Wiliardi mempertontonkan bahwa sedang berkembang peradilan sesat di Tanah Air.

Kita mencoba percaya bahwa kegemaran menyusun skenario dan membuat rekayasa sebuah perkara hanyalah ulah oknum polisi yang mencari jalan pintas. Karena itu harus ditindak. Tetapi jika pimpinan Polri mendiamkannya, tuduhan itu beralih menjadi kehendak institusi. Kalau sekarang kita dihadapkan dengan panggung saling bantah di antara mereka yang bertikai, pertanyaannya, siapa sesungguhnya yang berbohong?

Sent from my BlackBerry® powered by

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

24-02-2010 03:53:43 WIB
Oleh: ozi
antasari target oknum pejabat bermasalah

saya yakin tidak satupun tuduhan terhadap pk Antasari benar, ada yg sedang duduk tertawa sambil terus menonton flm yg di sutradarai sendiri, bt saya apapun yg ada di mass media saat ini adlh = menagkap angin...cari siapa sutradara sesungguhnya... adatu, jika tdk terbukti kembalikan antasari ke posisinya...demi citra pengadilan Indonesia




20-02-2010 22:56:14 WIB
Oleh: Wilmar Tataung
Keadilan

Semoga suatu keadilan akan selalu ada berdiri tegak di Negeri Indonesia tercinta ini.Yang BENAR akan selalu MENANG.Karena ADIL adalah bagian dari kebenaran TUHAN.




15-02-2010 12:51:43 WIB
Oleh: juki
membenarkhan

untuk kombespol willardi wizard top markotop...




13-02-2010 07:33:15 WIB
Oleh: lilis komalasari
masyarakat tahu

Soal drama Antasar, sebenarnya mayarakat sudah tahu jalan ceritanya. Masyarakat dan media sudah jelas berpihak kepada Antasari...., Mau apalagi..???




11-02-2010 15:13:45 WIB
Oleh: maluster N
Bebaskan antasari azhar

Tangkap otak yang membuat rekayasa kasus Antasari Azhar, kita tidak rela bila sekelas antasari di jebloskan ke bui apa lagi hendak dibumi hanguskan, mau dibawa kemana NKRI ini, semasa beliau ketua KPK banyak koruptor yang dimasukkan ke bui, setelah antasari di copot, tidak terdengar ada orang koruptor yang ditangkap, boroboro masuk bui, dengan pertimbangan itu bebaskan antasari dari segala tuntutan,agar timbul antasari antasari lain demi menyelamatkan NKRI




28-01-2010 20:39:19 WIB
Oleh: Ibn
Keadilan dan koruptor

Inilah akibat bagi yang ingin coba-coba melawan para koruptor dan antek-anteknya di negeri kita ini. Semoga saja pak Antasari juga mendapat keajaiban seperti yang dialami oleh prita,bibit dan candra.




24-01-2010 22:13:51 WIB
Oleh: L
keadilan yg penuh misteri

Sayang pak Susno yang ingin buka-bukaan keburu berdamai dengan mabes polri, membuat kita terus bertanya-tanya. Kenapa polri begitu cemas dan khawatir melihat sikap pak susno saat itu sehingga bergerak cepat untuk berdamai. Apakah memang ada yang disembunyikan? Apakah memang pak susno sengaja hanya membuka setengah keran saja, seperti keterangan pak Adnan buyung?




21-01-2010 11:28:23 WIB
Oleh: maya
ada apa ibalik kedilan

mungkin memang keadilan di negeri kita tak dapat lagi kita peroleh dengan hati dan kejujuran




20-01-2010 09:07:14 WIB
Oleh: yus andono
pahlawan

saya menganggap AA itu pahlawan karena hanya KPK yang dipimpin AA yang berani membongkar kasus korupsi dan langsung menjebloskan tersangka ke penjara, makanya AA itu banyak musuhnya, sabar saja Tuhan Maha Tahu




MORE NEWS
Rabu, 10 Maret 2010 00:00 WIB
Selasa, 09 Maret 2010 00:00 WIB
Senin, 08 Maret 2010 00:01 WIB
Sabtu, 06 Maret 2010 00:00 WIB
Jumat, 05 Maret 2010 00:00 WIB
Kamis, 04 Maret 2010 00:01 WIB
Rabu, 03 Maret 2010 00:00 WIB
Selasa, 02 Maret 2010 00:01 WIB
Senin, 01 Maret 2010 00:00 WIB
Sabtu, 27 Februari 2010 00:00 WIB
Jumat, 26 Februari 2010 00:01 WIB
Kamis, 25 Februari 2010 00:00 WIB


   Index Berita