Advertisiment
Setiap Tahun 51 Harimau Sumatra Lenyap
Jumat, 20 November 2009 09:45 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

Setiap Tahun 51 Harimau Sumatra Lenyap

Petugas memperlihatkan harimau yang telah dikuliti--MI/Rudi Kurniawansyah

JAMBI--MI: Diperkirakan sedikitnya 51 ekor harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) setiap tahun hilang dari kawasan hutan di Pulau Sumatra akibat perburuan liar yang hingga kini disinyalir masih terjadi.

Kepala Seksi Teknis Konservasi Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS) Agussetia Sitepu S.Hut, ketika dikonfirmasi dari Jambi, Jumat (20/11), mengatakan, berdasarkan data BB TNKS, kawasan hutan Pulau Sumatra merupakan habitat harimau Sumatra yang keberadaannya terus berkurang langka sekalipun masuk dalam katagori hewan dilindungi.

Hilang atau lenyapnya harimau itu diakibatkan oleh perburuan baik dengan cara ditangkap dengan hidup-hidup maupun dibunuh secara langsung oleh oknum tertentu yang memanfaatkan untuk keuntungan pribadi.

Masih terjadinya perburuan liar itu terbukti dengan ditangkapnya dua pelaku yang diduga sebagai pemburu harimau oleh tim gabungan dari Polres Kerinci dan BB TNKS. Keduanya diketahui sebagai warga Kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatan yang tertangkap tangan membawa kulit harimau beserta tulang-belulangnya.

Data Balai Besar TNKS menyebutkan, dari tahun 1998 hingga 2002 tercatat ada sekitar 253 ekor harimau Sumatera yang diburu secara ilegal atau rata-rata ada 51 ekor harimau yang diburu, baik ditangkap hidup-hidup maupun dibunuh, Agussetia Sitepu.

Menurut dia, bukan rahasia umum lagi bahwa Indonesia saat ini dikenal sebagai 'sumber' tulang harimau terbesar di dunia, dan merupakan pemasok utama untuk pasar bagian tubuh dan produk harimau di negara-negara Asia Timur.

Namun demikian, tingginya ancaman terhadap populasi harimau Sumatra itu terus diupayakan seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan termasuk BB TNKS, di antaranya melalui konservasi.

Saat ini, diperkirakan populasi harimau Sumatra yang masih tersisa dan hidup di hutan berkisar 300 hingga 500 ekor, dan terus mengalami ancaman oleh aktivitas perburuan ilegal.

Agussetia berharap kepada Pemprov Jambi dan Pemkab Kerinci, termasuk pemerindah daerah lain yang memiliki hutan sebagai habitat harimau terus berkonsentrasi dalam melestarikan harimau Sumatra ini, apalagi hewan buas berkulit loreng ini juga menjadi salah satu ikon Jambi. (Ant/OL-01)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Rabu, 01 September 2010 06:09 WIB
Senin, 30 Agustus 2010 14:19 WIB
Sabtu, 28 Agustus 2010 21:31 WIB
Sabtu, 28 Agustus 2010 16:17 WIB
Jumat, 27 Agustus 2010 20:55 WIB
Rabu, 25 Agustus 2010 14:56 WIB
Rabu, 25 Agustus 2010 05:07 WIB
Selasa, 24 Agustus 2010 04:19 WIB
Senin, 23 Agustus 2010 14:10 WIB
Minggu, 22 Agustus 2010 19:06 WIB
Minggu, 22 Agustus 2010 11:58 WIB
Jumat, 20 Agustus 2010 11:01 WIB


   Index Berita