Advertisiment
Kian Terancam Kelangsungan Hidup Harimau Sumatra
Selasa, 24 November 2009 05:57 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

JAMBI--MI: Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), salah satu hewan langka kebanggaan Indonesia yang dilindungi, kelangsungan hidupnya semakin terancam dan dikhawatirkan akan punah.

Hal itu terungkap dalam dialog dan sosialisasi Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.42/Menhut-II/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi harimau Sumatra yang digelar Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS) di Kabupaten Merangin, Jambi, Senin (23/11).

Menurut Koordinator Perlindungan Harimau Sumatra Wilayah Jambi Eko Suyanto, meski jenis satwa yang menempati puncak piramida dalam ekosistem hutan Sumatra ini keberadaannya telah dilindungi oleh pemerintah, dan telah tegas-tegas melarang perburuan dan perdagangannya, namun kehidupannya tetap saja terancam.

"Pelanggar bahkan dapat diancam pidana dengan hukuman kurungan dan denda sejumlah uang yang cukup besar. Namun perburuan masih berlangsung," katanya.

Upaya untuk melindungi satwa liar ini akan terus dilakukan termasuk penanganan terhadap perambah liar yang menyebabkan habitat harimau sumatra menjadi berkurang.  "Berkurangnya hutan menyebabkan harimau harus berkonflik, baik sesama satwa liar itu maupun dengan manusia," jelasnya.

Sementara itu, Agung dari Balai Konservasi menjelaskan, upaya untuk menyelamatkan harimau sumatra sudah sejak lama dan akan terus menerus dilakukan, namun karena berbagai upaya sering tidak terintegrasi dengan derap pembangunan ekonomi di Sumatra, hingga kini hasilnya kurang optimal.

"Populasi harimau sumatra terus mengalami penyusutan yang cukup signifikan hanya dalam kurun waktu tidak lebih dari 15 tahun," jelasnya.

Hasil penilaian dan populasi dan kelayakan habitat yang dilakukan pada tahun 1992, menyimpulkan bahwa hanya tersisa 500 individu harimau sumatra yang masih dapat bertahan hidup.  Namun sangat menyedihkan, menurut penilaian status populasi terkini yang diyakini kebenarannya, satwa ini diperkirakan hanya sekitar 300 individu dewasa yang hidup di beberapa kawasan hutan yang terfragmentasi.

Dengan keserakahan manusia membuka ladang seenaknya serta melakukan perburuan dan perdagangan secara ilegal, rasanya tidak cukup hanya memperdengarkan imbauan dan keluhan semata.

Penegakan hukum tanpa pandang bulu, termasuk memperbanyak pos-pos pengawasan melekat di kawasan tersebut setidaknya mencerminkan keseriusan pihak pemerintah dalam mengatasi rusaknya habitat hutan untuk harimau sumatra, kata Agung.

"Kita tidak ingin generasi mendatang hanya mendengar cerita adanya mahkluk loreng kharismatik yang menimbulkan perasan kagum, hormat, dan takut bagi masyarakat, seperti halnya harimau bali dan harimau jawa," tambahnya. (Ant/OL-03)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Rabu, 01 September 2010 06:09 WIB
Senin, 30 Agustus 2010 14:19 WIB
Sabtu, 28 Agustus 2010 21:31 WIB
Sabtu, 28 Agustus 2010 16:17 WIB
Jumat, 27 Agustus 2010 20:55 WIB
Rabu, 25 Agustus 2010 14:56 WIB
Rabu, 25 Agustus 2010 05:07 WIB
Selasa, 24 Agustus 2010 04:19 WIB
Senin, 23 Agustus 2010 14:10 WIB
Minggu, 22 Agustus 2010 19:06 WIB
Minggu, 22 Agustus 2010 11:58 WIB
Jumat, 20 Agustus 2010 11:01 WIB


   Index Berita