Advertisiment
Mandiri Kelola Rp1,3 Triliun dari Banner Point
Minggu, 06 Desember 2009 15:26 WIB      0 Komentar     2   0
Penulis : Asep Toha

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

JAKARTA--MI: PT Bank Mandiri Tbk menandatangani kerjasama pengelolaan dana pembayaran anggota Jaring Ritel Indonesia (Banner Point). Dengan kerjasama ini, bank pelat merah tersebut akan mengelola aliran dana lebih dari Rp1,3 triliun.

Hal ini diungkap Senior Vice President Wholesale Product Management Bank Mandiri Paul Tehusijarana dalam siaran persnya, Minggu (6/12). Menurutnya, Bank Mandiri akan menangani penerimaan pembayaran dari jaringan pemasaran individu yang tergabung dalam Banner Point. Banner Point merupakan nasabah potensial karena memiliki jumlah jaringan yang sangat besar yang akan berpengaruh kepada perputaran dana.

"Banner Point didukung perusahaan jejaring berskala internasional yaitu Tiens International & Unicore yang memiliki jumlah distributor aktif sebanyak tiga juta orang di seluruh pelosok Indonesia, bagi kami jumlah itu sangat potensial untuk ekspansi usaha," kata Paul.

Lebih jauh, Paul mengatakan potensi perputaran dana dari jaringan Tiens Internasional dan Unicore di Indonesia mencapai Rp 1,3 Triliun. Pada tahap awal kerjasama, Bank Mandiri akan mengelola transaksi pembayaran lima ribu anggota jaringan Banner Point sampai akhir 2009 dan akan terus ditingkatkan pada tahun berikutnya.

Untuk itu, Paul menambahkan Bank Mandiri akan menyediakan Virtual Account atau rekening virtual bagi kebutuhan transaksi penerimaan. Menurutnya, rekening ini diberikan kepada Banner Point dan dapat diberikan kepada seluruh anggota jaringan sebagai rekening tujuan saat melakukan pembayaran.

Dia menjanjikan, virtual account dari Bank Mandiri mempunyai beberapa kelebihan yaitu Nomer Rekening bisa dipilih sendiri oleh Nasabah, dijalankan secara real time dan live dari seluruh jaringan Mandiri serta kliring maupun RTGS dari bank lain, transaksi ini dapat dipantau langsung dari Mandiri Cash Management (MCM).

Paul menjelaskan, MCM merupakan home banking system di Bank Mandiri untuk nasabah perusahaan yang memungkinkan nasabah mengakses seluruh rekening-rekeningnya (beserta anak perusahaannya jika dikehendaki) melalui komputer atau laptop dimanapun berada.

Akses akun ini bisa dilakukan secara real time dan online 24 jam serta nasabah dapat melakukan perintah pemindahbukuan antar rekening di Bank Mandiri maupun transfer ke rekening bank lain baik dalam dan luar negeri.

Paul mengatakan, kerjasam ini diharapkan bisa memperkuat kinerja bank. Hingga 30 September 2009, bank terbesar di sisi aset ini membukukan pertumbuhan kredit 15,7% (Year on Year) atau sebesar Rp22,5 triliun, yaitu dari Rp 162,8 triliun menjadi Rp 188,3 triliun. Jumlah dana murah meningkat 17,6% atau sebesar Rp 25,4 triliun, yaitu dari Rp 143,8 triliun menjadi Rp 169,1 triliun.

Net Interest Margin (NIM) mengalami penurunan dari 5,46% menjadi 5,21%. Cost Efficiency Ratio (CER) membaik dari 43,0% menjadi sebesar 39,0%. Rasio Net NPL terjaga di level 0,85%. Laba bersih mencapai Rp 4,62 triliun, atau tumbuh 16,8% dari pencapaian periode yang sama tahun 2008 yang tercatat sebesar Rp 3,95 triliun. (Toh/OL-02)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 19:49 WIB
Kamis, 02 September 2010 19:31 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:28 WIB
Kamis, 02 September 2010 10:45 WIB
Kamis, 02 September 2010 09:37 WIB
Kamis, 02 September 2010 08:28 WIB
Kamis, 02 September 2010 00:45 WIB
Rabu, 01 September 2010 22:48 WIB
Rabu, 01 September 2010 19:38 WIB
Rabu, 01 September 2010 16:32 WIB
Rabu, 01 September 2010 10:32 WIB
Rabu, 01 September 2010 09:13 WIB


   Index Berita