Advertisiment
Tifatul Lecehkan Wartawan
Rabu, 24 Februari 2010 00:00 WIB      0 Komentar     10   11
Penulis : Nurulia Juwita Sari

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

Pernyataan Tifatul soal wartawan mencari makan dengan memelintir berita cerminan dari institusi yang sedang sakit.

TUDINGAN Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring bahwa wartawan mencari makan dengan memelintir berita dan memuat tulisan yang menghujat orang lain dinilai telah melecehkan profesi wartawan. Bahkan, pernyataan tersebut merupakan cerminan dari institusi yang sedang sakit.

Berbagai kalangan menyesalkan pernyataan Tifatul. Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan sikap mantan Presiden PKS itu tidak bijaksana.
"Kalau benar itu ucapannya, kurang bijaksana. Mungkin ada wartawan yang belum bagus betul, tapi harus dipahami juga, tidak ada yang sempurna," tutur Bagir saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Kepada wartawan Media Indonesia yang meminta tanggapan soal ultimatum anggota DPR Hayono Isman agar Kemenkominfo mencabut Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia paling lambat Senin (22/2), Tifatul enggan berkomentar. Rancangan tersebut diprotes publik dan mendapatkan pemberitaan meluas karena bakal mengekang kebebasan pers.

Tifatul malah menyebut wartawan sudah lihai menulis tanpa perlu meminta konfirmasi. "Lo, tanpa konfirmasi pun Anda sudah lihai menulisnya. Lihat aja pelintiran berita hari ini. Anda bebas kok menulis apa saja. Anda cari makan dari cara-cara seperti itu," kata Tifatul melalui pesan singkat kepada Media Indonesia, Senin lalu.

"Saya sering merasa kasihan dengan orang yang mencari rezeki dengan cara menulis sesuatu yang menghujat orang lain, mengadu domba, menuduh tanpa konfirmasi yang seimbang. Dan, dengan tenang (orang itu) menikmatinya tanpa peduli," lanjut Tifatul.

Bagir menyayangkan pernyataan tersebut karena saat ini Indonesia sedang berusaha membangun kehidupan berdemokrasi yang baik. "Perlu diingat bahwa pers adalah salah satu pilar demokrasi. Saat semua sedang berjuang begitu, janganlah mengatakan hal-hal tidak bijak yang merugikan diri sendiri."

Institusi sakit
Kecaman juga disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Nezar Patria. "Mengatakan wartawan mencari makan dengan memelintir berita itu melecehkan profesi wartawan. Tidak semua wartawan seperti itu," tegasnya.

Menurut Nezar, Tifatul Sembiring harus mengklarifikasi karena pernyataannya telah menyinggung banyak wartawan. "Kalau pernyataan dia menggeneralisasi, itu menyinggung banyak wartawan yang berkeringat dan susah payah untuk karya jurnalistik yang berkualitas serta bekerja sesuai kode etik."

Di sisi lain, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengemukakan kini banyak lembaga yang sedang sakit, salah satunya lembaga eksekutif.

Lembaga yang sakit tersebut memerlukan pengawasan dari lembaga yang sehat, terutama pers.

Menurut Mahfud, lembaga eksekutif yang sedang sakit sulit membuat penilaian yang objektif. "Justru karena sebagai lembaga eksekutif yang sedang tidak sehat, pernyataan yang keluar seperti itu (menyebut wartawan mencari makan dengan memelintir berita dan menghujat orang lain)," paparnya, kemarin.

Mahfud justru merasa bangga pers dapat terus mengawal ketimpangan ataupun produk-produk yang dihasilkan lembaga demokrasi. "Saya senang teman-teman media mengawal Kemenkominfo dalam pembuatan RPP dan RPM. Kalau memang tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat, hantam saja. Itu bisa mengurangi pekerjaan kami juga, kalau nanti ujung-ujungnya diujikan di Mahkamah Konstitusi." (*/X-10)

nurulia@mediaindonesia.com

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Jumat, 03 September 2010 00:00 WIB
Kamis, 02 September 2010 00:00 WIB
Rabu, 01 September 2010 00:01 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 00:00 WIB
Senin, 30 Agustus 2010 00:00 WIB
Minggu, 29 Agustus 2010 00:00 WIB
Sabtu, 28 Agustus 2010 00:12 WIB
Jumat, 27 Agustus 2010 00:01 WIB
Kamis, 26 Agustus 2010 00:00 WIB
Rabu, 25 Agustus 2010 00:01 WIB
Selasa, 24 Agustus 2010 00:01 WIB
Senin, 23 Agustus 2010 00:00 WIB


   Index Berita