Advertisiment
KitKat Buatan Nestle Dituding Ikut Merusak Hutan Indonesia
Kamis, 18 Maret 2010 15:27 WIB      0 Komentar     4   0
Penulis : Mario Aristo

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

KitKat Buatan Nestle Dituding Ikut Merusak Hutan Indonesia.

MI/Tjahyo

JAKARTA--MI: Organisasi aktivis lingkungan hidup internasional Greenpeace menyatakan produk coklat KitKat ikut menyumbang dalam proses rusaknya hutan di Indonesia. "KitKat yang diproduksi oleh produsen makanan ternama di dunia, Nestle, terbukti sebagai teman dalam kejahatan penghancuran hutan," ujar Bustar Maitar, kepala tim hutan Greenpeace Asia Tenggara, di Jakarta pada Kamis (18/3) siang.

Greenpeace mengakui telah menangkap basah Nestle menggunakan 320 ribu ton minyak kelapa sawit per tahunnya untuk membuat beberapa produk makanannya, termasuk coklat "KitKat".

Minyak kelapa sawit tersebut dinyatakan Greenpeace dipasok oleh Sinar Mas dari perkebunan kelapa sawitnya di Ketapang, Kalimantan Barat.

"Greenpeace bukan anti dengan perkebunan kelapa sawit yang nyatanya membuka banyak lapangan kerja. Namun yang menjadi masalah adalah Sinar Mas adalah perusahaan yang paling agresif melakukan pembukaan perkebunan kelapa sawit tanpa usaha pelestarian hutan berkelanjutan," papar Bustar.

Tak hanya hutan dan lahan gambut yang menjadi korban, Greenpeace juga menyatakan populasi orang hutan menjadi salah satu dampak negatif dari pembukaan lahan menjadi perkebunan kelapa sawit tersebut.

"Kami juga mengeluhkan sikap Sinar Mas yang terus melakukan perluasan kebun kelapa sawitnya dengan menutup lahan-lahan gambut yang ada. Padahal hutan dan lahan gambut di Indonesia sangat berperan dalam proses perubahan iklim sebagai penstabil iklim," papar Bustar.

Satu langkah maju yang telah Greenpeace dapatkan saat ini adalah komitmen Nestle untuk memutus kontrak pembelian minyal kelapa sawit dari Sinar Mas tersebut di masa mendatang.

"Namun walaupun Nestle telah memutus kontraknya ke Sinar Mas, 70 persen pasokan minyak kelapa sawitnya yang didapat Nestle adalah dari pihak ketiga, yakni Cargill. Itu juga harus dihentikan," tegasnya.

Menurut catatan Greenpeace, saat ini Indonesia menduduki posisi sebagai negara penyumbang deforestasi (perusakan hutan) terbesar di dunia.

Setiap tahunnya sebanyak 1,8 juta hektar hutan hilang, atau setara dengan enam kali lapangan sepak bola setiap menitnya.

Greenpeace mencatat telah hilang sebanyak 74 juta hektar hutan Indonesia hingga kini sejak 50 tahun terkahir.

"Penyebab utamanya adalah pembukaan perkebunan kelapa sawit yang semakin besar seiring permintaan pasar akan minyak kelapa sawit yang juga semakin meninggi," tambah Bustar. (Mar/OL-02)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Rabu, 01 September 2010 06:09 WIB
Senin, 30 Agustus 2010 14:19 WIB
Sabtu, 28 Agustus 2010 21:31 WIB
Sabtu, 28 Agustus 2010 16:17 WIB
Jumat, 27 Agustus 2010 20:55 WIB
Rabu, 25 Agustus 2010 14:56 WIB
Rabu, 25 Agustus 2010 05:07 WIB
Selasa, 24 Agustus 2010 04:19 WIB
Senin, 23 Agustus 2010 14:10 WIB
Minggu, 22 Agustus 2010 19:06 WIB
Minggu, 22 Agustus 2010 11:58 WIB
Jumat, 20 Agustus 2010 11:01 WIB


   Index Berita