Advertisiment
Kelompok Kerja NTB untuk Konversi Oven Tembakau Dibentuk
Jumat, 07 Mei 2010 12:43 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

MATARAM--MI: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk kelompok kerja (pokja) percepatan penyelesaian masalah yang mencuat dalam konversi oven tembakau berbahan bakar batu bara.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Ihya Ulumuddin, usai pembentukan pokja tersebut, di Mataram, Jumat (7/5), mengatakan, pokja dibentuk sesuai ketentuan yang diatur dalam Keputusan Gubernur NTB tentang Tim Pembina dan Pengawas Intensifikasi Tembakau Virginia. "Dalam keputusan gubernur itu disebutkan bahwa tim pembina dan pengawas intensifikasi tembakau virginia dibantu oleh pokja, sehingga pembentukan pokja percepatan penyelesaian masalah konversi oven batu bara itu sesuai ketentuan," ujarnya.

Ia mengatakan, pokja percepatan penyelesaian masalah itu berkedudukan di tingkat provinsi dan kabupaten, yang dipercayakan kepada kepala bidang pengembangan usaha di masing-masing dinas perkebunan. Pokja itu dibentuk usai rapat koordinasi Gubernur NTB KH M Zainul Majdi dengan perwakilan perusahaan mitra petani beserta petani tembakau se-Pulau Lombok.

Namun, dalam pokja itu terdapat aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sebelumnya giat berdemo menentang konversi oven tembakau dengan dalih petani tembakau yang tidak menghendaki konversi oven batu bara itu. Pokja itu bertugas memantau perkembangan konversi tungku oven tembakau berbahan bakar minyak tanah menjadi oven berbahan bakar batu bara.

Pokja tersebut juga bertugas menyosialisasikan kebijakan pemerintah pusat menghentikan pendistribusian minyak tanah bersubsidi untuk kepentingan pemanasan (omprongan) tembakau di Lombok. "Tugas lainnya yakni memantau perkembangan harga tembakau virginia saat musim panen akhir Juni hingga Oktober mendatang," ujarnya.

Dalam pemantauan harga itu, pokja mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2006 tentang Usaha Budidaya dan Kemitraan Perkebunan Tembakau Virginia di NTB. Ulumuddin optimistis, dengan adanya pokja percepatan penyelesaian masalah tembakau itu, maka proses konversi yang sudah harus rampung sebelum akhir Juni 2010 akan tercapai.

Dia menyebut, oven tembakau virginia di Pulau Lombok yang belum dikonversi mencapai 10.614 unit, atau baru 5.167 unit yang telah dikonversi. Proses konversi diwadahi oleh perusahaan mitra petani tembakau virginia di Pulau Lombok, termasuk diantaranya perusahaan daerah milik Pemprov NTB yakni PT Gerbang NTB Emas (GNE).

Saat ini, perusahaan tembakau atau perusahaan mitra petani tembakau yang beroperasi di Pulau Lombok telah mencapai 18 unit, termasuk PT Sadhana Arifnusa atau perusahaan milik Sampoerna Group selaku perusahaan mitra petani tembakau di Pulau Lombok yang terbesar. Tujuh belas perusahaan lainnya yakni PT Indonesia Dwi9, PT Export Leaf Indonesia, PT Dua Jarum, CV.Tresno Adi, Nyoto Permadi, Indonesia Indi Tobaco Citra Niaga, UD Subiyakto, UD Keluarga Sapi, UD Cakrawala, Satuning Mitra Lestari, UD Iswanto, UD Sumber Rezeki Pancor, UD Kemuning Sari Taya Jaya, Stevi dan PT Selaparang Agro serta PT Gudang Garam. Usaha tani tembakau virginia itu berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. (Ant/OL-04)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Jumat, 03 September 2010 02:22 WIB
Kamis, 02 September 2010 21:49 WIB
Kamis, 02 September 2010 09:11 WIB
Kamis, 02 September 2010 08:46 WIB
Rabu, 01 September 2010 18:25 WIB
Rabu, 01 September 2010 15:27 WIB
Rabu, 01 September 2010 13:57 WIB
Rabu, 01 September 2010 11:53 WIB
Rabu, 01 September 2010 10:14 WIB
Rabu, 01 September 2010 09:23 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 16:10 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 15:16 WIB


   Index Berita