Advertisiment
Warga Maluku di Kupang Gelar Upacara Patita
Minggu, 16 Mei 2010 05:52 WIB      0 Komentar     0   0
Penulis : Palce Amalo

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

Warga Maluku di Kupang Gelar Upacara Patita

Upacara Patita---MI/Palce Amalo/ip

KUPANG--MI: Ribuan warga asal Maluku yang bermukim di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar upacara patita untuk mempererat persaudaraan di Pantai Wisata Nunusui, Kupang, Sabtu (15/5).

Upacara itu adalah kedua kalinya setelah upacara pertama tahun lalu pasca konflik Ambon yang memicu eksodus ribuan warga Ambon ke Kupang. Mereka membawa kain putih sepanjang 10 meter kemudian dibentangkan berbentuk lingkaran. Satu per satu warga Ambon memegang kain, sedangkan warga lainnya masuk ke dalam lingkaran diiringi lagu Pela Gandong.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dan istri yang diundang pada ucapara itu diminta mengenakan pinta berwarna merah di kepala seperti warga Ambon lainnya. Gubernur berdiri di bagian depan sambil memegang ujung kain berjalan mengelilingi lapangan lokasi upacara, diikuti tokoh-tokoh adat asal Ambon.

Ketua Ikatan Warga asal Maluku di Kupagn Johanis Kosapilawan mengatakan, upacara itu diikuti seluruh warga Ambon tanpa membedakan keyakinan, antara lain dari kalangan Kristen dan Muslim berbuar jadi satu. Mereka bergembira sambil menyanyikan lagu mengiringi gubernur bersama warga lainnya yang membawa kain.

Ketika rombongan pembawa kain berhenti di tengah lapangan, diakhiri dengan doa bersama sebelum dilanjutkan dengan makan patita bersama. Puluhan tempat piring yang telah diisi bahan makanan lokal seperti pisang, umbi, nasi kuning, ikan bakar, daging sapi disantap beramai-ramai. Mereka juga menyalakan obor yang di tepi pantai sebagai simbol saling mengingatkan untuk menjada persaudaraan antarawarga Maluku maupun dengan warga Kupang. "Kami juga siap mendukung program pemerintah daerah yaitu makan pangan lokal setiap hari Kamis," kata Yohanis.

Gubernur Frans Lebu Raya berharap ikatan persaudaraan warga Maluku tetap solid, serta mendukung pembangunan di Nusa Tenggara Timur. "Pemerintah berharap acara persaudaraan ini digelar setiap tahun untuk mengingatkan kita menjaga keharmonisan di masyarakat maupun di rumah," katanya. (PO/OL-03)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Jumat, 03 September 2010 02:22 WIB
Kamis, 02 September 2010 21:49 WIB
Kamis, 02 September 2010 09:11 WIB
Kamis, 02 September 2010 08:46 WIB
Rabu, 01 September 2010 18:25 WIB
Rabu, 01 September 2010 15:27 WIB
Rabu, 01 September 2010 13:57 WIB
Rabu, 01 September 2010 11:53 WIB
Rabu, 01 September 2010 10:14 WIB
Rabu, 01 September 2010 09:23 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 16:10 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 15:16 WIB


   Index Berita