Advertisiment
KTT G20 Toronto Dimulai, Stimulus Fiskal masih Jadi Perhatian
Minggu, 27 Juni 2010 18:54 WIB      0 Komentar     0   0
Penulis : Tjahyo Utomo

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

KTT G20 Toronto Dimulai Stimulus Fiskal masih Jadi Perhatian

MI/Tjahyo Utomo/sa

TORONTO--MI: Para pemimpin negara-negara yang tergabung dalam G20 memulai konferensinya di Toronto, Kanada, Minggu pagi waktu setempat (27/6). Forum ini masih akan memfokuskan pada upaya mencari kesepakatan bentuk stimulus fiskal dan penurunan suku bunga (counter cyclical untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar.

KTT G20 di Toronto ini sendiri merupakan pertemuan keempat setelah sebelumnya pembahasan masalah yang sama telah diusung sejak KTT G20 di Pittsburg, Amerika Serikat, September 2009. Seusuperti diketahui kelompok G-20 tengah mencoba menyusun arsitektur keuangan yang baru melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi. Pertemuan dimulai pada akhir 2008 di Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyusul gejolak ekonomi global yang dimulai dari kebangkrutan raksasa keuangan AS, Lehman Brothers. Sebelum ini telah muncul usulan untuk mengenakan pajak khusus bagi perbankan. Dana yang terhimpun dipakai untuk penyelamatan (bailout) bank-bank saat terjadi krisis di masa mendatang.

"Indonesia akan berusaha meyakinkan forum perlunya keseimbangan dalam menjalankan stimulus fiskal yang telah dibahas dalam KTT G20 sebelumnya. Kita tahu tidak semua negara bisa berhasil keluar dari krisis seperti yang berhasil dilakukan Indonesia," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam briefing dengan delegasi Indonesia di Toronto, Kanada, Minggu dini hari (27/6).

Bagi Indonesia, menurut Anggito Abimanyu yang saat KTT G20 Pittsburg menjabat sebagai Ketua Working Group Reformasi Bank Pembangunan Multilateral G-20, dampak krisis keuangan global terhadap Indonesia tidaklah cukup berarti dibandingkan dengan banyak negara lain. Namun, demikian, dampak negatif telah cukup terasa.

Pertumbuhan ekonomi sejak kuartal IV 2008 menurun menjadi 4,0%, ekspor mengalami kontraksi sekitar 14%, nilai tukar merosot mendekati Rp13.000 per US$, cadangan devisa menurun US$10 miliar, indeks harga saham gabungan merosot di bawah 2000, suku bunga SUN 5 tahun meningkat mencapai 13,5%, suku bunga BI 3 bulan meningkat menjadi 12%.

Pencapaian atas kesepakatan G-20 membantu memberikan kepercayaan terhadap prospek ekonomi dunia dan stabilitas pasar keuangan, termasuk bagi Indonesia.

Aliran modal mulai kembali ke Indonesia sejak pertengahan 2009 melalui SUN, SBI, dan pasar modal. Cadangan devisa membaik di atas US$60 miliar, baik karena aliran modal masuk maupun kucuran dana SDR dari G-20, sebesar US$2,4 miliar. Nilai tukar rupiah menguat pada posisi Rp9.700 per US$, indeks harga saham meningkat di atas 2456, suku bunga SUN 10 tahun turun pada kisaran 10%, suku bunga BI mencapai 7,5%.

Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan membaik pada tingkat 4,3% hingga 4,5%. APBN 2010 memproyeksikan tahun depan pertumbuhan ekonomi meningkat lagi menjadi 5,5%.

Pembiayaan APBN 2010 diamankan dengan dana siaga dari Bank Dunia, ADB, Jepang dan Australia. ADB menjanjikan dana untuk pembiayaan defisit 2010 tanpa syarat. Pembiayaan defisit APBN 2009 dapat ditutupi sebagian besar dari dana yang berasal dari obligasi rupiah dan valas dengan biaya peminjaman yang semakin menurun.

Pendanaan ekspor diperoleh LPEI dan Perbankan Nasional lainnya melalui pendanaan murah baik yang berasal dari bilateral (JBIC) maupun multilateral. "Terakhir, peringkat utang pemerintah dinaikkan oleh lembaga peringkat Moodys satu tingkat (dari Ba3 ke Ba2) sehingga biaya peminjaman pemerintah dan swasta akan menjadi lebih murah dan risiko menurun," katanya belum lama ini di Jakarta.

Indonesia sebagai anggota G-20 tentu mendapat manfaat dari keberadaannya, baik mewakili kepentingannya sendiri maupun negara-negara Asean dan negara berkembang lainnya. Indonesia baru saja bergabung menjadi anggota baru dari FSB sehingga ikut menentukan masa depan arsitektur keuangan dunia.(Uut/OL-1)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 22:34 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:11 WIB
Kamis, 02 September 2010 12:56 WIB
Kamis, 02 September 2010 01:49 WIB
Rabu, 01 September 2010 22:40 WIB
Rabu, 01 September 2010 20:10 WIB
Rabu, 01 September 2010 19:11 WIB
Rabu, 01 September 2010 18:40 WIB
Rabu, 01 September 2010 18:33 WIB
Rabu, 01 September 2010 17:59 WIB
Rabu, 01 September 2010 17:00 WIB
Rabu, 01 September 2010 14:47 WIB


   Index Berita