JAKARTA--MI: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada). Mereka mengakui bahwa hingga semester pertama 2010, terdapat sejumlah pemilu kada yang bermasalah.
Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri Tanribali Lamo menyatakan bahwa dari 130 pemillu kada yang berjalan tahun ini sebagian bermasalah. "Ada beberapa daerah yang bermasalah. Tapi saya belum cek terakhirnya seperti apa," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/7).
Dalam pantauan yang dilakukan oleh Kemendagri, hingga awal Juli 2010 setidaknya terdapat 141 pemilu kada yang sudah digelar. Sebanyak 62 di antaranya diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena terdapat perselisihan. Selanjutnya 35 di antaranya telah diputus oleh MK.
Tercatat 19 perkara sengketa pemilu kada ditolak, 6 perkara tidak diterima karena melebihi batas waktu penyerahan, 2 perkara ditarik, 2 dianggap gugur, 2 permohonan ditolak dan mengabulkan permohonan sebagian, serta 3 perkara keputusan akhirnya ditangguhkan.
Beberapa daerah yang mengalami kerusuhan akibat pemilu kada, antara lain Humbang Hasudutan, Mojokerto, Tolitoli, Toraja, Soppeng, dan Bima.
Dengan jumlah itu masih terdapat 103 pemilu kada yang akan dilakukan. Antara lain 1 provinsi, 89 kabupaten, dan 13 kota. Pemilu kada tersisa memang memiliki potensi konflik. "Kami akan melakukan koordinasi dengan daerah untuk melakukan pencegahan," ujarnya. (AO/OL-8)