JAKARTA--MI: Kementerian BUMN menargetkan bisa menyalurkan dana dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) dari seluruh perusahaan BUMN hingga Rp2 triliun pada tahun ini.
"Pada 2009 lalu prognosa dana PKBL yang disalurkan dari BUMN mencapai Rp1,97 triliun. Kita targetkan mulai tahun ini dan setiap tahunnya bisa di kisaran Rp2 triliun," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar usai menyaksikan penandatanganan penyerahan dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) BUMN di Jakarta, Senin (9/8).
Menurutnya, hingga kini sudah 650 ribu mitra binaan berupa usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi mitra BUMN. "Naik dari 370 ribu tahun lalu. Kita inginkan terus naik jumlahnya," ujarnya.
Dalam penandatanganan empat perjanjian sinergi penyaluran dana PKBL, disalurkan total dana Rp385 miliar. Sejumlah Rp13 miliar disalurkan oleh enam BUMN melalui PT Sarinah sebagai pembina dan penyalur dana PKBL.
Enam BUMN tersebut, yakni PT Jasa Marga, PT Bio Farma, PT PANN, PT ASEI, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan Perum Percetakan Nasional Republik Indonesia (PNRI).
PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) sebagai penyalur dana PKBL dengan PT Pertamina, PT PGN Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT BTN Tbk, PT Jasa Raharja, PT Pelindo II, PT Taspen, PT Asuransi Ekspor Indonesia dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Dana yang disalurkan sebesar Rp347 miliar.
Sementara PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) sebagai penyalur dana PKBL dengan PT Bukit Asam Tbk. Dana yang disalurkan sebesar Rp15 miliar.
PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) sebagai penyalur dana PKBL dengan PT Semen Baturaja. Dana yang disalurkan sebesar Rp 10 miliar.
"Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi pelaksanaan program Kemitraan dan sinergi antar BUMN," ujar Mustafa.
Sebagaimana diketahui, sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor:PER-05/MBU/ 2007 tanggal 27 April tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, setiap BUMN wajib menyisihkan laba bersih perusahaan sebesar 1% sampai 2% yang digunakan untuk membantu permodalan para pengusaha kecil dan menengah.
"Dengan semakin pesatnya sektor dunia usaha, termasuk BUMN, maka tuntutan agar BUMN berperan aktif lebih besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin tinggi," ujarnya. (Jaz/OL-9)