Insiden Patroli Indonesia dan Malaysia Jadi Urusan Negara
Penulis : Henri Kremer
Minggu, 15 Agustus 2010 14:24 WIB     
Komentar: 7
2 Like Dislike 1

BATAM--MI: Tiga petugas dari Dinas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kepulauran Riau yang ditahan polisi patroli Malaysia hingga kini masih berada ditahan di Johor Baharu, Malaysia.

Menurut Kapolda Kepri Brigjen Pudji Hartanto, kepada Media Indonesia, Minggu (15/8), insiden perairan Tanjung Berakit, Bintan, Kepri, sudah diserahkan kepada pusat untuk ditangani. Sebab, lanjut dia, Polisi Diraja Malaysia ketika dikonfirmasi mengenai insiden di laut Indonesia itu mengatakan bahwa hal ini telah diserahkan kepada pemerintah kedua negara.

"Menurut mereka kejadian itu bukan urusan antar kepolisian lagi. Tetapi sudah antara dua pemerintahan, dan selanjutnya akan di bahas oleh Menteri Luar Negeri masing-masing," ujar Pudji.

Kronologi insiden tersebut berawal ketika 10 orang petugas KKP menangkap basah sekelompok nelayan Malaysia yang melakukan penangkapan ikan di laut teritorial Indonesia, tepatnya di perairan Tanjung Berakit, Bintan, Kepri. Petugas mendapatkan informasi kapal nelayan berbendera Malaysia mencuri ikan di perairan tersebut.

Rombongan KKP dengan kapal Dolphin 15 milik instansi tersebut langsung meluncur ke perairan yang diinformasikan itu. Mereka memergoki lima kapal Malaysia sedang melakukan aktivitas di laut yang bukan teritorial Malaysia. Ke lima kapal tersebut lalu digiring ke markas Polairud di pelabuhan Sekupang, Batam, Kepri, termasuk tujuh nelayan Malaysia.

Di tengah perjalanan kapal Dolphin 15 dicegat secara mendadak oleh kapal patroli Malaysia, padahal perairan itu berdasarkan peta yang ada pada KKP adalah di wilayah NKRI, mereka langsung merapat dengan menyuruh kapal berhenti dengan acungan senjata ke arah kapal.

"Petugas KKP dengan kepala dingin menjelaskan kepada mereka bahwa perairan ini adalah perairan Indonesia, bukan Malayia, dan petugas KKP berhak melakukan penahanan untuk selanjutnya di bawa ke markas Polairud di Batam, namun mereka tidak terima, lantas terjadi letusan senjata oleh petugas polisi laut Malaysia," kata Kapolda Kepri.

Kapal patroli Malaysia tersebut datang ketika salah seorang nelayan Malaysia meminta bantuan dari mereka, dan mereka langsung datang ke tempat kejadian. Padahal, kata dia, berdasarkan data KKP wilayah itu adalah territorial laut Indonesia.

Namun, tidak ada korban yang dilaporkan dalam kejadian letusan tembakan tersebut. Karena takut insiden tersebut melebar, tiba-tiba petugas patroli kapal Malaysia itu menculik tiga awak KKP, dan langsung menyuruh ketiga awak KKP itu secara paksa naik ke kapal patroli mereka, dan langsung tancap gas.(HK/X-11)Petugas KKP sempat melawan ketika tiga rekan mereka diculik oleh polisi Malaysia tersebut. Namun, mereka tidak dapat berbuat apa-apa karena polisi laut Malaysia membidikan senjata ke arah mereka. "Kami hanya pasrah saja dan secepatnya melapor ke markas Polairud di Sekupang," katanya.

Di tempat terpisah, salah seorang nelayan Malaysia yang diamankan di kantor Polairud di Sekupang Razali, 45, mengatakan bahwa mereka tidak tahu sudah berada di perairan Indonesia ketika menangkap ikan, sebab katanya, pihaknya sering melaut di perairan tersebut sudah sejak lama.

"Kami tidak tahu itu adalah perairan Indonesia, karena takut kami lalu menghubungi
polisi Malaysia untuk minta bantuan." Katanya. (HK)

Share |

KOMENTAR





Ganyang Malay
Pak SBY,mohon maaf... anda menunggu apa lagi ketika harga diri bangsa kita dilecehkan berkali-kali? menurut saya bukan "sabar" namanya, tetapi terkesan "tidak bernyali"
dikomentari oleh: No Name - tanggal: 18-08-2010 08:34:01 WIB
Tegas
Tindak tegas saja, Nanti kalau di kasih hati minta Jantung ...
dikomentari oleh: Abdullah - tanggal: 16-08-2010 11:38:07 WIB
perang
Diplomasi terus.......kapan perangnya
dikomentari oleh: Amar Ma'ruf - tanggal: 16-08-2010 11:07:04 WIB
malu
aq malu,sbg bangsa yg besar berkali2 diinjak2 malaysia,TKI,KAYU ilegal,dsbnya?..SBY mana berani,apakah krn malaysia bnyk investasi?jgn takut lah...kita tua dr mereka.uang korup dibelikan senjata militer saja,setuju..
dikomentari oleh: amabel - tanggal: 16-08-2010 07:58:53 WIB
Insiden yang ke sekian kali dengan Malaysia
Selama pemimpinnya (presiden) tidak tegas, jangan berharap negara ini bisa disegani oleh negara tetangga seperti jaman dulu. Harga diri bangsa kita sudah jatuh
dikomentari oleh: Agus P. - tanggal: 15-08-2010 20:25:33 WIB
Hajar
Hajar aja tu malaysia,dari amblat sampe skrg gak mau damai dngan kita,.rakyat indonesia siap mati demi NKRI...MERDEKA...
dikomentari oleh: bocor - tanggal: 15-08-2010 19:25:17 WIB
siri na pacce indonesiaku,..
ga usah basa-basi, masa negara kita yg tercinta di injak2 sama malaysia,.... pak SBY buktikan kalau km lelaki,.... !!!!!!!!!
dikomentari oleh: Bambu runcing - tanggal: 15-08-2010 18:52:10 WIB
Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»


   Index Berita

Porno izle

porno izleme siteleri: porno video, pornolar, rus pornosu izle, anal teen videos