ANTARA/Nyoman Budhiana/ip
LONDON--MI: Kelompok aktivis perlindungan paus memperingatkan bahaya mengkonsumsi daging paus karena dapat meracuni tubuh manusia. Mereka yang tergabung dalam International Whaling Commision (IWC) berupaya membujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bertindak menyuarakan seruannya tersebut ke penduduk dunia.
"Daging paus sangat berbahaya karena terkontaminasi merkuri. Itu membuatnya tidak bisa dimakan," dinyatakan IWC seperti dikutip
BBC, Sabtu (28/8).
IWC berharap WHO segera bertindak terhadap masalah yang diserukannya tersebut. Merkuri yang dikonsumsi manusia lama-lama dapat menumpuk di rantai makanan dan sangat membahayakan tubuh manusia.
"Tidak perlu paus besar, paus kecil saja sudah menunjukkan banyaknya senyawa beracun yang cenderung menumpuk di berbagai jaringannya dibanding binatang laut lainnya," ungkap IWC juga.
Desakan kepada WHO dilakukan karena IWC meyakini organisasi kesehatan dunia tersebut hingga saat ini tidak memiliki pedoman apapun mengenai bahaya mengkonsumsi daging paus. Namun di lain sisi, WHO menetapkan merkuri sebagai sepuluh bahan kimia yang paling berbahaya bagi kehidupan manusia.
Kate Sanderson, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Faroe Island, negara bagian Kerajaan Denmark yang penduduknya banyak mengkonsumsi daging hiu, menyatakan sudah mengetahui akan adanya kandungan merkuri di dalam tubuh paus.
"Memang benar paus memiliki kandungan merkuri yang sangat tinggi di dagingnya. Otoritas kesehatan Faroes telah mengeluarkan rekomendasi akan hal tersebut dengan menetapkan batas aman maksimal konsumsi daging tersebut," ungkapnya. (Mar/OL-5)