Presiden SBY Diminta Jangan "Gemulai" Sikapi Malaysia
Rabu, 01 September 2010 14:16 WIB     
Komentar: 3
0 Like Dislike 1

JAKARTA--MI: Guru besar hukum internasional FHUI Prof Hikmahanto Juwana meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tegas, lugas, dan jelas dalam menyampaikan keterangannya di Mabes TNI terkait dengan ketegangan hubungan antara Indonesia dan Malaysia.

"Presiden diharap tidak mengulang penyampaian keterangan atas rekomendasi Tim-8 dalam kasus Bibit Chandra yang kurang tegas, kurang lugas dan terbuka untuk diinterpretasi," kata Hikmahanto di Jakarta, Rabu (1/9).

Menurut Hikmahanto, ketegasan dibutuhkan untuk dua hal. Pertama, agar Malaysia, terutama pemerintah dan aparatnya, tidak melecehkan bangsa dan negara Indonesia, termasuk aparat dan warga negaranya. Kedua agar publik Indonesia percaya bahwa pemerintah membawa kemarahan publik pada pemerintah Malaysia.

"Presiden diharapkan lugas sehingga keterangannya tidak ada kesan ewuh pakewuh terhadap pemerintah Malaysia. Ketidak-lugasan akan memunculkan kesan di publik Indonesia bahwa Presiden lebih menenggang perasaan Malaysia daripada perasaan rakyatnya sendiri," katanya.

Presiden diharapkan jelas dalam menyampaikan pernyataan-pernyataan. Sehingga pernyataan-pernyataan tersebut tidak perlu diterjemahkan atau diinterpretasi lagi oleh pemerintah dan publik Malaysia maupun publik Indonesia, katanya lagi.

Hikmahanto mengingatkan Presiden bahwa keterangannya bisa menjadi tonggak baru dalam sejarah hubungan antar kedua negara. Di samping itu, keterangan tersebut harus dapat meredam kemarahan publik di Indonesia dalam beberapa waktu ini sehingga hubungan kondusif antar rakyat kedua negara dapat dijaga.(Ant/X-11)

Share |

KOMENTAR





SAATNYA BERANI
Kami semua akan menjadi saksi anda Mr.President, apakah anda berani tegas atau TIDAK, pasti anda tahu..sejak dahulu kala Rakyat Indonesia itu pemberani, bukan bangsa Penakut, apalagi sama bangsa yang namanya Malaysia, terlalu naif bila kita mau terus2an dilecehkan BANGSA KECIL macam mereka.
dikomentari oleh: most - tanggal: 01-09-2010 16:55:48 WIB
Bersikap TEGAS namun ARIF
MENANG JADI ARANG, KALAH JADI ABU. Saat ini, bangsa Indonesia harus memprioritaskan PERANG terhadap keMUNAFIKan/keKAFIRan (KORUPSI), agar KESEJAHTERAAN RAKYAT dapat diWUJUDkan, sehingga JANGAN ada LAGI TKI KASAR yang menggantungkan hidup di negara negara orang termasuk di Malaysia. ALLAH TUHAN Y M Kuasa memBERKATi Bangsa INDONESIA. *GBUs*
dikomentari oleh: Ltk Daniel-Cilangkap - tanggal: 01-09-2010 16:19:49 WIB
Berani tegas nggak ya.
Saat Anda Tuan Presiden untuk memperlihatkan Indonesia itu bukan bangsa Babu alias cetek tapi bangsa pemberani . Kalimat tidak usah panjang-panjang Tuan Presiden. Karena kesannya akan bertele-tele sebab penyampaiannya di MARKAS TNI lagi.
dikomentari oleh: Hang Tuah - tanggal: 01-09-2010 16:19:09 WIB
Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»


   Index Berita

Porno izle

porno izleme siteleri: porno video, pornolar, rus pornosu izle, anal teen videos