BANDUNG--MI: Festival Musik Bambu Nusantara akan kembali digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung, Jawa Barat, 2-3 Oktober mendatang. Ini merupakan acara tahunan keempat yang bertujuan untuk mempopulerkan kesenian berbasis alat musik dari bambu.
Konsep Festival Musik Bambu Nusantara 2010 tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Hanya saja, jumlah seniman yang didatangkan dari beberapa daerah dan manca negara jauh lebih banyak. Total ada, 33 komunitas yang ikut berpartisipasi. Mereka berasal dari Jawa Barat (Bandung), Yogyakarta, Jawa Tengah, jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Tengah termasuk tiga grup musik berasal dari Jepang dan Norwegia.
"Yang ingin ditekankan dalam kegiatan ini, musik bambu bukan.lagi musik tradisional dan muraham. Alat musik bambu bisa berkolaborasi dengan aliran musik kontemporer seperti jazz, rap, rock, dan disc jokey," ujar Manajer Operaional Republic Entertainment, di Bandung, Rabu (22/9).
Pertunjukan musik bambu akan dibagi dalam tiga bagian, yakni bambu klasik, bambu strong, dan bambu kontemporer. Penyelenggara juga menampilkan parade angklung, seruling nusantara, dan bambu workshop. Selain mempopulerkan musik bambu, festival yang didanai oleh Kementerian Budaya dan budaya itu memiliki fungsi strategis untuk meyakinkan Unesco bahwa angklung merupakan warisan budaya asli Indonesia. (AX/OL-04)