JAKARTA--MICOM: Garuda Indonesia mengakui adanya faktor kelalaian manusia pada proses migrasi sistem operasional penerbangan maskapai tersebut sebagai penyebab kegagalan proses migrasi. Akibatnya, jadwal penerbangan Garuda selama beberapa hari sempat tertunda bahkan dibatalkan.
Direktur Teknologi Informasi dan Strategis Garuda Indonesia menyatakan, pihaknya sudah melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penyebab ambruknya jaringan sistem dunia sehingga menggagalkan proses transisi sistem lama ke
integrated operational control system (IOCS).
"Kemarin kami sempat sampaikan kabel copot. Kami bilang itu sebagai sebab karena memang yang paling mudah dikenali secara visual. Tapi setelah kami turun satu tingkat lagi untuk tentukan penyebab down-nya sistem," ungkapnya usai mengikuti rapat dengar pendapat di DPR RI, Kamis (25/11).
Menurutnya, ambruknya sistem disebabkan oleh adanya aplikasi atau pengguna sistem yang mengirimkan data secara masif ke perangkat
communication controller sehingga membuat sistem
hang.
Sementara di saat bersamaan, lanjut dia, operator tidak disiplin dalam proses memasukkan data terakhir mengenai pergerakan awak kabin, pesawat, dan jadwal penerbangan ke dalam sistem.
Elisa mengungkapkan, operator hanya memasukkan data terbaru itu ke sistem baru. Padahal, seharusnya data krusial itu dimasukkan ke dalam sistem lama maupun ke IOCS. Namun demikian, ia membantah adanya unsur kesengajaan atau sabotase dalam hal tersebut.
"Jadi bukan sistem barunya yang bermasalah. Kesalahan utama kami adalah tidak disiplin melakukan
cut over karena input data hanya ke satu sistem. Kami melihat ada kemungkinan unsur kelalaian. Kami tidak pernah katakan ini sabotase, orang yang mengembangkan itu," jelasnya.
Perbaikan sistem dan pengembalian data terakhir maskapai sendiri, menurutnya, sudah dilakukan Garuda selama beberapa hari terakhir. Elisa juga memastikan, persoalan tersebut sudah diselesaikan sehingga penerbangan Garuda sudah kembali normal mulai Rabu (24/11).
"Sebelumnya kami targetkan penerbangan berjalan normal mulai hari ini (Kamis, 25/11). Tapi kami bisa selesaikan sejak kemarin (Rabu, 24/11). Hingga pukul 14.00 Garuda sudah layani 60 penerbangan dari 107 penerbangan yang direncanakan dan tidak ada pembatalan," tuturnya.
Terkait keterlambatan dan pembatalan penerbangan yang dilakukan Garuda pada Minggu (21/11) dan Senin (22/11) lalu, jelas dia, bukan disebabkan lantaran kekacauan data maskapai mengenai pergerakan awak kabin, pesawat, dan jadwal penerbangan selama empat jam sistem ambruk.
"Akibatnya, awak kabin yang seharusnya tidak bekerja dijemput untuk bekerja. Sementara awak yang sedang bekerja malah dijemput untuk bekerja. Akibatnya, ada kru yang berpotensi kerja lebih dari jam yang seharusnya. Kalau itu terjadi akan berisiko pada keselamatan penerbangan. Karena itu kami memilih untuk membatalkan," paparnya. (OL-9)