sutera Sulawesi Selatan-- ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/cs
SINGAPURA--MICOM: Masyarakat Persuteraan Alam Indonesia (MPAI) menyatakan dukungan penuhnya untuk mendorong sutera Sulawesi Selatan masuk pasar dunia melalui negara-negara Asia Tenggara.
Kepala Sub Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal Sulsel Devo Khaddafi di Singapura, Jumat (24/12) mengatakan, bentuk dukungan tersebut rencananya akan diwujudkan dengan memfasilitasi pertemuan masyarakat sutera ASEAN.
"Rencananya akan dilaksanakan pada Januari 2011 di Bangkok, Thailand," ujarnya yang menambahkan pertemuan tersebut dapat terealisasi dan menjadi jembatan bagi pasar sutera Sulsel di negara-negara lainnya di luar ASEAN.
Menurutnya, pada penyelenggaraan South Sulawesi Silk Day di Jakarta (22/12) sutera Sulsel berhasil menarik perhatian para pelaku tata busana nasional. "Silk Day menjadi bahan pembicaraan mereka yang bergerak di dunia fashion. Sulsel dinilai mulai gencar mempromosikan keindahan sutera mereka," katanya.
Para pelaku usaha tata busana tersebut juga menyatakan komitmennya untuk membantu dan turun langsung hingga ke tingkat pengrajin tenun untuk meningkatkan kualitas sutera Sulsel.
Selain MPAI, perancang busana Indonesia, Carmanita yang sejak awal menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh peningkatan kualitas, sebuah sekolah mode ternama di Jakarta, La Zalle juga memperlihatkan minatnya.
"Sekolah mode tersebut menyatakan minatnya untuk mengajak siswanya melakukan kunjungan langsung ke sentra produksi sutera Sulsel," jelasnya.
Sutera Sulsel juga menarik perhatian dari para tamu asing yang diundang pada penyelenggaraan South Sulawesi Silk Day. "Italian Trade Commision meminta informasi lanjutan tentang sutera Sulsel, minat juga ditunjukkan oleh tamu undangan dari Pakistan," tambahnya. (Ant/OL-2)