JEPARA--MICOM: Puluhan hektare sawah di Desa Karanggondang, Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah terendam air laut, menyusul ambrolnya talut di tepi pantai desa setempat, Selasa (11/1) dini hari.
Menurut salah seorang warga Slamet, ombak di Pantai Palilus Desa Karanggondang memang terlihat mulai meningkat sejak Senin (10/1) malam, dengan ketinggian ombak mencapai dua meter. Sebetulnya, kata dia, warga setempat berupaya memperkuat talut dengan memasang bambu dan karung plastik berisi pasir di sisi luar talut.
"Hanya saja, upaya tersebut tidak mampu menahan terjangan ombak karena Selasa (11/1) sekitar pukul 03.00 WIB, tanggul tersebut ambrol," ujarnya.
Akibat jebolnya talut tersebut, kata dia, puluhan hektare sawah petani yang tersebar di tiga dukuh yakni Dukuh Palilus, Purancak, dan Balong terendam air laut, termasuk lima rumah milik warga desa setempat. "Beruntung, tidak ada rumah warga yang mengalami kerusakan," ujarnya.
Ia berharap, pemerintah segera memperbaiki talud tersebut dengan membuat talut yang lebih kuat, sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi. "Tanaman padi petani yang terendam air laut, terancam puso karena air tersebut mengandung garam," ujarnya.
Ia memperkirakan, kerugian yang ditanggung petani bisa mencapai puluhan juta lebih, mengingat potensi pendapatan setiap hektarenya mencapai Rp7 juta lebih setiap hektarenya. "Sedangkan areal tanaman padi yang terendam air laut mencapai 20-an hektare," ujarnya.
Jarak areal pertanian petani dengan talud, katanya, mencapai 10 meter. "Tetapi, tingginya gelombang air laut menyebabkan air mudah masuk hingga ke areal pertanian petani," ujarnya.
Talut ambrol juga terjadi di Kelurahan Bulu, Kecamatan Kota Jepara, sehingga memaksa para nelayan setempat memindahkan perahunya ke muara sungai atau tempat aman lainnya dari terjangan ombak besar. Ombak besar yang terjadi selama beberapa hari terakhir, juga meruntuhkan tembok pembatas garis pantai dengan tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu, Kecamatan Kota, Jepara, dengan panjang 15 meter. (Ant/OL-04)