Banjir di Maros, Satu Tewas
Penulis : Lina Herlina
Kamis, 13 Januari 2011 14:48 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

MAKASSAR--MICOM: Dalam tiga hari terakhir, beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan diguyur hujan disertai angin kencang.

Hal ini mengakibatkan beberapa sungai meluap, merendam lahan pertanian dan perumahan, serta memutus akses jalan di beberapa wilayah, seperti Maros, Gowa, Pangkep dan Bulukumba.

Di Kabupaten Maros, misalnya, Rabu (12/1), banjir dan luapan sungai tidak hanya merendam puluhan rumah dan puluhan hektare sawah tapi menyebabkan korban jiwa.

Di Dusun Moncongloe Bulu, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe seorang warga bernama Manda, 35, meninggal dunia karena terseret air Sungai Bulu saat sedang mencuci di tepi sungai yang airnya tiba-tiba meluap.

Kepala Desa Moncongloe Bulu Muhammad Asaf menuturkan jenazah Manda ditemukan sekitar 100 meter dari tempatnya semula berada. "Kemungkinan dia meninggal karena terbentur material dan batang pohon yang berada di tepi sungai. Jenazahnya rencananya hari ini, Kamis (13/1), akan dikebumikan," jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros Andi Sri Alam, pihaknya telah memberikan bantuan yang bersifat darurat, seperti tenda dan pelampung serta bahan dan perlengkapan makanan.

Selain mengakibatkan korban jiwa, luapan air sungai juga mengakibatkan enam rumah hanyut terbawa air. Akibat kejadian tersebut, Sri Alam menyebutkan kerugian yang diakibatkan bencana tersebut ditaksir sekitar Rp4 miliar.

"Tapi ini belum rampung masih asumsi sementara. Karena banjir tidak hanya terjadi di Kecamatan Moncongloe, tapi juga terjadi di empat kecamatan lain, seperti di Dusun Galaggara, Desa Mattirodeceng, Kecamatan Lau, akibat luapan Sungai Galaggara, Kecamatan Marusu, Kecamatan Maros Baru, dan Kecamatan Turikale. Bahkan juga ada 13 rumah rusak akibat puting beliung di Desa Bontojorong, Kecamatan Turikale" tutur Alam.

Sementara, di Kabupaten Gowa, Kamis (13/1), Kapolres Gowa AKBP Totok Lisdiarto menuturkan banjir yang terjadi di Dusun Bonto Manae dan Dusun Bontoloe, Desa Lonjo Boko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, sudah mulai surut.

"Meski demikian, puluhan warga yang mengungsi belum diperbolehkan kembali karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan karena hujan masih terus mengguyur," terangnya.

Di Gowa sebanyak 23 rumah terendam di dua dusun di Kecamatan Parangloe, Rabu (12/1). Dari jumlah rumah yang tenggelam tersebut, tiga di antaranya hanyut terbawa arus Malino. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. (*/OL-11)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»


   Index Berita