Flu Burung Landa Prabumulih
Penulis : Tetra Surya
Selasa, 01 Februari 2011 14:17 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0





PALEMBANG--MICOM: Penyakit flu burung melanda delapan kelurahan di Kabupaten Prabumulih, Sumatra Selatan.

Akibatnya, Kepala Dinas Perkebunan Pertanian Kehutanan Peternakan dan Perikanan (PPKPP) Prabumulih, RA Hanunah memberlakukan status siaga yang  merupakan upaya preventif agar penyakit yang disebabkan  virus H5N1 ini tidak menular ke manusia.

"Dalam  kondisi begini, kami  terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, terutama di daerah endemic," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar dalam memelihara peliharaannya mengkandangkan agar mudah dilakukan pemantauan, tidak seperti selama ini yang dilepas seenaknya. Bagaimanapun dengan dikandang dapat mengurangi risiko penularan.

"Tindakan yang dilakukan terhadap daerah endemi mulai dari pembersihan kandang hingga pemusnahan unggas," ujarnya sembari menambahkan unggas berupa ayam, angsa termasuk anak ayam beserta

telur yang diduga terserang segera dimusnahkan.

Kelurahan yang terserang flu burung tersebut, antara lain, Kelurahan Prabumulih, Sukajadi, Wonosari, Cambai, Tugu Kecil, Gunung Ibul, dan terakhir Mangga Besar.

Di Palembang pasca matinya puluhan ayam di kawasan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, instansi terkait melakukan langkah persuasif seperti pembersihan kandang unggas dalam radius  1 kilometer.

Sementara di Kota Palembang didapati sekitar 25 ekor ayam mati dan dinyatakan positive terkena flu burung. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian perikanann dan Kehutanan Kota Palembang Sudirman Teguh, Selasa (1/2).

"Kami telah lakukan langkah lebih lanjut dalam radius 1 kilometer di kawasan tersebut," kata Sudirman kala dikonfirmasi via telpon.

Hal serupa juga dilakukan di beberapa tempat terutama sentra penjualan unggas di Palembang seperti kawasan Pasar Burung Palembang. Menurut Sudirman, pihaknya juga mengantisipasi langkah penyebaran flu burung dengan memperketat masuknya unggas ke Palembang dengan membentuk satuan tugas.

"Terhadap masuknya unggas ke Palembang kami akan bekerjasam dengan Dinas Pehubungan, adanya satgas  di beberapa tempat diharapkan masyarakat lebih proaktiv melaporkan kejadian yang ada," ujarnya.(OL-12).





Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»


   Index Berita