Jumlah Penduduk Indonesia Bisa Lebihi Amerika
Kamis, 10 Februari 2011 04:18 WIB     
komentar
1 Like Dislike 1

Jumlah Penduduk Indonesia Bisa Lebihi Amerika
Ilustrasi Foto---MI/Rommy Pujianto/ip
MAMUJU--MICOM: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan jumlah penduduk di Indonesia bisa menggeser jumlah penduduk di Amerika Serikat pada 2060 jika laju pertumbuhan penduduk di Indonesia tidak segera dikendalikan secara maksimal.

"Tingkat pertumbuhan bisa mengalahkan Amerika apabila tidak segera diantisipasi melalui pengendalian kelahiran," Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarif, pada acara rapat kerja daerah pembangunan kependudukan dan keluarga berencana di Mamuju, Rabu (9/2).

Ia mengatakan, jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan hasil penduduk tahun 2010 melebihi angka proyeksi nasional sebesar 237,6 juta dengan tingkat laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49 persen. Menurut dia, laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang berada pada posisi keempat dunia itu cukup tinggi sehingga diprediksi akan bisa menggeser jumlah penduduk negara Amerika.

AS saat ini berada pada posisi ketiga setelah negara India dan China yang berada pada peringkat kedua dan pertama sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak didunia.

"Apabila pemerintah di Indonesia tidak berhasil menekan angka pertumbuhan penduduknya melalui program pengendalian kelahiran, maka posisi Indonesia akan berada pada posisi ketiga dunia menggeser Amerika sebagai negara dengan penduduk terpadat pada tahun 2060, hal itu sangat mengkhawatirkan kita semua,"katanya.

Karena lanjutnya, prediksi penduduk Indonesia pada tahun 2060 apabila tidak dikendalikan akan mencapai 475 juta sampai 500 juta atau meningkat dua kali lipat dari kondisi penduduk kita yang ada saat ini

Syarif mengatakan, apabila pemerintah yang sudah berusaha menekan angka pertumbuhan penduduknya gagal di tengah jalan maka akan sangat memprihatinkan lagi, karena kualitas penduduk di Indonesia masih berada pada posisi 108 dari 188 negara di dunia. "Dengan jumlah penduduk padat ditambah kualitas penduduknya masih rendah, ke depan beban pemerintah pusat dan daerah akan semakin sulit dalam melakukan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat seperti penyedian pangan, energi, transportasi pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan sebagainya,"katanya. (Ant/OL-04)





Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»


   Index Berita