EDEN Sawczenko, sangat senang dipegang tangannya dan berbalik memeluk sebuah robot berwujud gadis kecil.
Tahun ini, gadis kecil berumur 4 tahun yang mengidap autis ini mulai bermain dengan robot yang mengajarkan tentang emosi dan kontak fisik.
"Dia jauh lebih sayang dengan teman-temannya sekarang dan bahkan mulai memeluk mereka," kata Claire Sawczenko, ibu Eden.
Eden menghadiri pra sekolah untuk anak autis di Stevenage, utara London. Saat itu, peneliti sengaja membawa robot berwujud anak-anak. Kaspar memiliki rambut hitam ikal dan berkaos kaki garis-garis merah.
Anak autis bisa bermain dengan robot itu selama 10 menit bersama seorang ilmuwan yang mengendalikan robot dengan
remote control. Robot bernama Kaspar ini bisa bersuara dan berkata, "Hello, nama saya Kaspar. Ayo main bersama".
Kemudian tertawa, menyentuh, menggerakkan tangan ke atas dan ke bawah, menyembunyikan wajah dengan tangan, menangis dan sakit ketika ditampar terlalu keras. Kaspar juga bisa tersenyum, cemberut, berkedip dan memeluk.
Konsultan autisme Nan Cannon-Jones mengatakan, robot itu membantu anak-anak memahami emosi dan bahasa.
Robot tersebut diciptakan oleh para ilmuwan di University of Hertfordshire dengan biaya sekitar US$2.118.
Ada beberapa versi Kaspar dan bisa dimainkan di Nintendo Wii. Meski robot ini masih dalam tahap percobaan, namun peneliti berharap bisa memproduksinya secara massal dalam satu hari.
"Anak-anak dengan autisme tidak bereaksi dengan baik karena mereka tidak mengerti ekspresi wajah. Karena itu, kita ciptakan sebuah robot yang bisa mengajarkan ekspresi wajah," kata Ben Robins, Peneliti Senior Ilmu Komputer di University of Hertfordshire.
Para ilmuwan di University of Hertfordshire pernah membuat robot versi Kaspar pada 2005. Namun kini, mereka mengeluarkan model terbaru yang terbuat dari patch silikon sehingga kulit robot mirip dengan kulit manusia. Hal ini bisa membantu anak-anak menjadi lebih nyaman saat menyentuh orang.
Hampir 300 anak-anak di Inggris menderita autisme, sebuah gangguan yang mempengaruhi perkembangan interaksi sosial dan komunikasi. (AP/*/OL-9)