Paket Bom yang Melecehkan
Selasa, 22 Maret 2011 00:01 WIB     
Komentar: 14
6 Like Dislike 1

SAMPAI hari ini aparat Kepolisian Republik Indonesia belum mampu menangkap pelaku teror bom buku yang menyebar ke berbagai pihak dan berbagai daerah dalam satu pekan terakhir. Jangankan perakitnya, kurir yang mengedarkan paket ke berbagai alamat tidak teridentifikasi.

Satu-satunya kurir yang terendus baru berupa sketsa wajah. Yang lain lenyap tak berbekas. Padahal, paket bom buku yang menyebar ke berbagai alamat dan kawasan jelas tidak mungkin hanya diedarkan satu kurir. Itu pasti dikerjakan sebuah pengorganisasian yang rapi.

Di beberapa tempat, Yogyakarta misalnya, sang kurir seperti meledek polisi. Paket diletakkan di pos polisi pengatur lalu lintas.
Setiap bom meledak, bermunculan para pakar dan analis bom di televisi dan surat kabar. Berbagai analisis, baik yang masuk akal maupun tidak, ikut menambah hiruk pikuk pertanyaan yang tidak kunjung terjawab.

Sampai kapan polisi mentok mencari para pelaku teror bom buku dan jaringan mereka? Padahal, tidak terlalu sulit menemukan unsur-unsur material untuk bom buku yang umumnya berdaya ledak rendah jika dibandingkan dengan jenis berdaya ledak tinggi yang berakibat pemusnahan hebat.

Yang agak mengherankan, dalam peristiwa bom-bom besar yang juga berdaya musnah besar, polisi lebih sigap mengidentifikasi pelaku. Mengapa terhadap bom buku yang lebih sederhana kok sulit melacak para pelaku?

Spekulasi akan liar selama polisi belum menangkap pelaku bom buku. Apa pun spekulasi itu, satu perkara terang benderang, teror bom buku yang merebak adalah pelecehan luar biasa terhadap kewibawaan negara. Pelecehan terhadap kepolisian, terhadap kerja dan kompetensi intelijen.

Di tengah kewibawaan dan kredibilitas negara yang cenderung merosot di mata warga, bom buku menambah guncangan kepercayaan itu. Negara guncang bukan karena ledakan bom yang rumit, melainkan oleh bom yang sederhana.

Mengapa sebuah peristiwa sederhana menjadi rumit? Jawabnya karena para pelaku paham betul aparat keamanan, termasuk intelijen, sedang lengah.

Juga mengapa bom yang rumit dan yang gampang bisa dibuat di negeri ini? Karena semua bahan bom bisa ditemukan dengan mudah. Kalau ada bahan yang sulit, tidak usah khawatir karena dengan godaan sedikit uang, yang tidak boleh menjadi boleh.

Di Indonesia sekarang ini, seluruh urusan keamanan diserahkan kepada polisi. Peran kepamongprajaan dilemahkan. Bila partisipasi publik dan fungsi kepamongprajaan lumpuh, polisi akan lumpuh juga menangani kasus-kasus kriminal yang paling sederhana sekalipun.

Kalau polisi tidak sanggup menangkap pelaku, termasuk kurir bom buku, publik akan menuduh jangan-jangan yang menebar teror bom adalah aparatur negara. Jangan lupa, terorisme tidak selamanya dikerjakan para kriminal, tetapi ada juga yang dikenal dengan terror by state.

Share |

KOMENTAR





betul betul
saya setuju, menurut saya ini hanyalah pengalihan kasus aja, lihat saja, berita wikiliks tentang pemerintah langsung mereda. Tentu anda masih ingat bukan? berapa banyak langkah2 yang diambil pemerintah untuk mengalihkan kasus2 besar spt centuri dan gayus?
dikomentari oleh: conan - tanggal: 23-03-2011 09:36:03 WIB
Koruptor Juga Mau...
Ramai juga nih pada bagi-bagi paket bom. Anehnya para koruptor kok gak ada yang kebagian. Padahal mereka juga ngiler lho kalau lihat bom.
dikomentari oleh: muhnan rais - tanggal: 22-03-2011 20:23:04 WIB

kok kayak main kucing kucingan aja sih.apa betul ini dilakukan teroris?apa hanya untuk mengelabuhi berita yang sedang panas a.l.Wikieleks,Centuri,dan masih banyak lagi masalah besar lainnya.ayo pak SBY,yang tegas dong.jadi pemiimpin kalau membuat keputusan jangan pakai perasaan lagi.kalau yang salah ya harus ditindak.
dikomentari oleh: ibu Kanti - tanggal: 22-03-2011 14:25:50 WIB
terbiasa gossip
rakyat indonesia sudah terbiasa hidup dengan gossip ... tetapi jangan salahkan rakyat selama ini memang masyakat kita biasa melihat orang2 yg manipulatif ....
dikomentari oleh: hskarnadi - tanggal: 22-03-2011 12:48:52 WIB
Hukum Harus Ditegakkan
Melihat adanya teror bom terus menerus akibat ketidak adilan yang diterima elemen bangsa ini. Makanya Kasus yang merugikan negara harus dituntaskan, Century,Lapindo,Edy Tanzil Pembalakan Hutan di Kalimantan dll.
dikomentari oleh: M.Rahmat - tanggal: 22-03-2011 12:29:49 WIB
pesta kembang api bom
wah saya langsung aja ke tujuan hemat nulisnya, hipotesa dan komentar MIOL bisa benar, kemungkinan semua elemen negara sudah menjadi boneka atau robot negara lain karena telah menerima hibah agar bisa besar ya dibuatlah pesta bom seharusnya kembang api kan dan yang lebih tepatnya ingin memfitnah serta menyudutkan Islam. tinggal rakyat mau berpikir jernih atau ingin mengulangi dijajah lagi
dikomentari oleh: dono - tanggal: 22-03-2011 12:26:27 WIB
pengalihan isu
SUDAH BISA TERBACA, JIKA ADA BERITA YANG BERSINGGUNGAN DENGAN CITRA DAN WIBAWA SBY, PASTI ADA TEROR BOM DAN BERITA TENTANG PENODAAN AGAMA... SO PERTANYAANNYA ADALAH: APAKAH SBY BERTEMAN DENGAN T....IS ???
dikomentari oleh: kastel - tanggal: 22-03-2011 11:43:03 WIB
Provokatif
Saya tidak setuju dengan ulasan MI bahwa kasus paket bom buku merupakan pengalihan isu dan dilakukan aparat. Uraian MI sangat provokatif dan cenderung tendensius. Kita sebaiknya menghargai upaya polisi dan aparat intelijen, meskipun hasilnya belum maksimal. Aparta intelijen memang apes, berhasil tidak ada yang tahu dan memuji, jika tidak berhasil dicaci maki.
dikomentari oleh: Rustadinata - tanggal: 22-03-2011 11:13:07 WIB
Peran Media Massa
Terror bom adalah lagu lama. Pengalih perhatian. Atau, sekarang ini "pencari perhatian". Patut juga dicurigai media massa sebagai mitra. Karena teror tidak ada arti kalau tidak digelembungkan oleh media massa. Rakyat sudah bosan dengan berita sensasi. Mereka lebih pikirkan harga sembako yang naik terus (kecuali cabe).
dikomentari oleh: Hanafi - tanggal: 22-03-2011 11:07:42 WIB
Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Kamis, 23 Februari 2012 00:00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012 00:01 WIB
Selasa, 21 Februari 2012 00:01 WIB
Senin, 20 Februari 2012 00:00 WIB
Sabtu, 18 Februari 2012 00:00 WIB
Jumat, 17 Februari 2012 00:00 WIB
Kamis, 16 Februari 2012 00:00 WIB
Rabu, 15 Februari 2012 00:01 WIB
Selasa, 14 Februari 2012 00:00 WIB
Senin, 13 Februari 2012 00:00 WIB
Sabtu, 11 Februari 2012 00:00 WIB
Jumat, 10 Februari 2012 00:01 WIB


   Index Berita

Porno izle

porno izleme siteleri: porno video, pornolar, rus pornosu izle, anal teen videos