Transfer Teknologi dan Keberlanjutan Industri
Kamis, 31 Maret 2011 00:02 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

Besarnya manfaat dari diserapnya ilmu pengetahuan dan teknologi sangat luar biasa. Oleh karena itu, banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, berburu ilmu pengetahuan dan teknologi serta berkeinginan untuk menguasai demi tercapainya perbaikan kualitas hidup rakyat mereka. Adanya keterbatasan-keterbatasan yang menghadang dalam penguasaan teknologi berakibat tidak semua keinginan dapat dipenuhi.
Transfer teknologi merupakan salah satu jalan untuk menghilangkan keterbatasan tersebut dan menuju peningkatan dan penguasaan teknologi. Kebijakan itu merupakan strategi dalam pengembangan kemampuan sumber daya manusia agar produktivitasnya lebih meningkat lagi. Produktivitas manusia yang meningkat akan menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing. Teknologi betul-betul bersifat strategis dan menyangkut harkat hidup banyak orang. Dari teknologi dapat dihasilkan aneka produk yang dapat menghidupi suatu masyarakat bahkan negara sekalipun. Itulah sebabnya begitu susah mencapai kemandirian teknologi karena memang ada proteksi di mana-mana.
Bicara masalah teknologi dan produk tentu berhubungan dengan suatu industri. Mengharapkan transfer teknologi terjadi pada suatu industri merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan.
China yang sekarang menjadi negara maju baru memberlakukan kebijakan 'memaksa' dilakukannya transfer teknologi dari investor asing. Model seperti itu jelas terlihat dari bagaimana China saat ini sedang mengembangkan industri perkeretaapian. China kini sedang membangun infrastruktur kereta supercepat berdasar teknologi luar negeri yang dimodifikasi habis-habisan oleh para insinyur lokal. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan 'memaksa' melalui proses transfer teknologi. Tentang hal itu, Peter Navarro dalam bukunya Manufacturing a Better Future for America menyatakan 'Senjata paling ampuh yang digunakan untuk menuju rantai nilai yang lebih tinggi adalah dipaksakannya transfer teknologi dalam kesepakatan penanaman modal asing jika mereka ingin punya tempat di pasar China. Hanya melalui akuisisi teknologi perusahaan China cepat masuk dan berkembang dalam industri canggih seperti mobil, pesawat, farmasi dan bidang teknologi tinggi lainnya'.
Contoh lain dalam pengadaan peralatan pertahanan. Indonesia sebagai negara dengan kemampuan industri yang terbatas sedang membutuhkan peralatan untuk menjaga kedaulatan negara. Kemampuan industri terbatas, tetapi kebutuhan negara sangat mendesak sehingga mau tidak mau terpaksa mengadakan peralatan tersebut walaupun transfer teknologinya sedikit sekali.
Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini perlu disiasati dengan dimungkinkannya transfer teknologi yang lebih banyak lagi. Pada dasarnya persoalan teknologi tidak statis dan akan berkembang terus. Begitu informasi kerahasiaan satu teknologi diberikan, teknologi baru sudah muncul. Teknologi lama menjadi sesuatu yang usang, demikian seterusnya. Sebagai pengguna teknologi, hal tersebut merupakan kerugian dan pemborosan. Namun bagi kelompok peneliti dan industri, hal itu merupakan informasi yang berharga bagi pengembangan teknologi.
Transfer teknologi dapat terwujud jika terjadi pemindahan sumber daya manusia dari suatu perusahaan yang maju teknologinya ke perusahaan lain yang teknologinya sedang berkembang. Hal tersebut dapat dilihat dari pelajaran perpindahan sumber daya manusia Indonesia ke beberapa negara di luar negeri. Penyebabnya bisa macam-macam.
Beberapa yang sempat dicatat bahwa mereka melakukan hal tersebut hanya karena merasa kurang dihargai dan tidak bisa mengekspresikan kemampuan secara maksimal. Para peneliti ini menganggap bahwa dengan berkarya di negara lain bisa hidup tenang dan sejahtera. Hal semacam itu tentu sah-sah saja dan merupakan hak setiap orang untuk melakukannya. Apalagi negara yang dituju juga tidak bertepuk sebelah tangan. Hanya jika dilihat dari kepentingan industri, hal tersebut sangat merugikan. Industri akan kehilangan sumber daya manusia yang berpendidikan dan berpengalaman pada usia produktif. Dampaknya dukungan terhadap perkembangan industri menjadi terganggu. Hal itu, jika terus-menerus terjadi, akan membahayakan industri, bahkan bisa mematikan industri itu sendiri. Celakanya sumber daya manusia yang pindah ke negara lain tersebut merupakan tenaga kerja andal dan punya potensi untuk menghasilkan produk-produk yang berdaya saing.
Transfer teknologi sangat penting. Namun, menjaga sumber daya manusia agar tetap berkarya sesuai dengan yang dibutuhkankan industri juga penting. Suatu industri memang sebaiknya mempunyai misi dan strategi yang jelas serta 'akrab' dengan riset dan pengembangan. Tanpa adanya dukungan internal organisasi, mustahil transfer teknologi tersebut dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
Jika diinginkan terjadi transfer teknologi di industri-industri nasional, perlu dilakukan pencanangan program-program untuk menghasilkan produk yang berdaya saing berskala nasional, bahkan internasional yang cukup menantang. Selain bicara produk juga kesiapan industri dalam manajemen riset dan pengembangan untuk mencukupi kebutuhan pasar.
Baik sekali jika dilakukan program menarik tenaga-tenaga andal asal Indonesia yang berada di perusahaan besar di luar negeri. Persoalannya apakah negara dapat menyediakan lapangan kerja sesuai dengan keahlian mereka selama ini. Logika yang dipakai dalam transfer teknologi sebetulnya berinti sama, yaitu menganut pola-pola pergerakan manusia dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Penggunaan tenaga asing berpengalaman di industri-industri nasional juga perlu dilakukan untuk dapat terjadi transfer teknologi.
Apakah penanaman modal asing juga dapat dijadikan sarana sebagai bagian dari transfer teknologi, jawabannya bisa ya dan bisa tidak. Ya jika terjadi pemindahan sumber daya manusia atau pekerja dari satu industri ke industri yang lain. Selain itu perlu disadari bersama jika mengikuti jalan pikiran pemilik modal, kebijakan mereka berinvestasi ke negara lain termasuk ke Indonesia jelas akan mencari keuntungan.
Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuatu yang tadinya tidak mungkin bisa menjadi kenyataan dan berdampak pada sektor ekonomi. Ilmu pengetahuan dan teknologi akan menaikkan keuntungan dan nilai tambah menjadi beberapa kali lipat dari apa yang sudah dikeluarkan sebagai modal. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang dapat menguntungkan kepentingan dalam negeri. Ada baiknya dilakukan semacam seleksi yang meliputi beberapa unsur, di antaranya teknologi. Hal itu dilakukan dengan tujuan bahwa tidak semua investor asing dapat diterima. Untuk industri penghasil produk yang secara nasional sudah dimiliki, konsekuensinya tidak diperlukan lagi mendatangkan investor yang akan menghasilkan produk yang sama. Tenaga kerja andal baik lokal maupun asing yang dapat memberikan asisten dan bekerja bersama-sama secara kelompok di industri-industri merupakan kebutuhan industri. Melalui cara seperti itu, transfer teknologi dapat terjadi di industri dan menumbuhkan daya saing. Tentunya daya saing yang meningkat akan berdampak pada kehidupan industri yang berkelanjutan. Keberlanjutan industri dalam negeri merupakan harapan banyak orang untuk penghematan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

Oleh Marhaindro Waluyo dan Ardiani Damaryanti, Kementerian Riset dan Teknologi

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 15 April 2011 00:00 WIB
Jumat, 15 April 2011 00:00 WIB
Kamis, 14 April 2011 00:00 WIB
Kamis, 14 April 2011 00:00 WIB
Jumat, 08 April 2011 00:00 WIB
Jumat, 08 April 2011 00:00 WIB
Kamis, 07 April 2011 00:00 WIB
Rabu, 06 April 2011 00:00 WIB
Rabu, 06 April 2011 00:00 WIB
Selasa, 05 April 2011 00:00 WIB
Selasa, 05 April 2011 00:00 WIB
Jumat, 01 April 2011 00:01 WIB


   Index Berita