Kebusukan di Senayan
Jumat, 15 April 2011 00:00 WIB     
Komentar: 41
5 Like Dislike 3

KENEKATAN DPR melanjutkan pembangunan gedung baru kian membuat publik geram. Saking geramnya, mereka berbondong-bondong melakukan gugatan ke pengadilan.

Pihak yang digugat terutama Ketua DPR Marzuki Alie dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya dianggap paling bertanggung jawab atas kelanjutan proses pembangunan gedung baru DPR meski arus penolakan publik begitu kuat.

DPR, sejak reformasi 1998, memang tidak lagi sebagai lembaga onderbouw eksekutif seperti di zaman Orde Baru. DPR telah berubah menjadi pusat kekuasaan yang bahkan melebihi kekuasaan eksekutif dan yudikatif.

Dengan kekuasaannya itu, DPR sekarang seenaknya melahirkan segala kenikmatan dan kemewahan. Rencana pembangunan gedung baru di Senayan yang menelan biaya Rp1,1 triliun itu hanyalah sebagian contoh bagaimana mereka yang mengaku sebagai wakil rakyat itu begitu mudah menghambur-hamburkan uang rakyat, sekaligus juga contoh bagaimana mereka lebih mengutamakan kemewahan ketimbang memperhatikan kesengsaraan rakyat.

Di gedung baru DPR itu, setiap anggota DPR plus enam stafnya nanti akan menghuni ruang seluas sekitar 120 meter persegi seharga lebih dari Rp800 juta. Itu setara dengan harga apartemen mewah di Jakarta.
Gedung baru DPR itu juga lebih wah daripada gedung lembaga negara yang mana pun karena akan dilengkapi fasilitas mewah seperti kolam renang, fitness centre, spa, pijat refleksi, pertokoan, koperasi, apotek, dan fasilitas lain. Ia memang lebih mirip kompleks hunian mewah ketimbang kantor legislatif.

Padahal, anggota DPR telah memperoleh berbagai kenikmatan. Mulai dari renovasi rumah dinas, gaji, uang sidang, pelesiran, dan berbagai bentuk kenikmatan lain.

Lantas mengapa pemerintah seakan tidak berdaya menyetop nafsu DPR membangun gedung baru itu? Jawabannya sederhana. Setiap pengesahan RAPBN atau RAPBN perubahan selalu sarat dengan patgulipat.

Publik tentu belum melupakan ketika DPR mengesahkan RAPBN Perubahan 2010 kendati anggaran yang disodorkan pemerintah tanpa disertai rincian program. Sebab, dalam RAPBN Perubahan 2010 terdapat anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk sebelas komisi di DPR, yang juga tanpa rincian program.

Pembangunan gedung baru DPR itu jelas menambah dahsyat kebusukan wakil rakyat. Celakanya, yang dinilai busuk itu tetap merasa diri terhormat dan bahkan semakin gila hormat. Amit-amit....

Share |

KOMENTAR





Babi
DPR lebih hina daripada BABI !!!
dikomentari oleh: Sitolol Mustakim - tanggal: 16-04-2011 09:45:03 WIB
Eeh kamu ketahuan
Begitu banyak kritik dan cemooh dari yang halus/ kasar minta pembangunan gedung dpr baru distop tetap tak digubris ... ada apa ? presiden sby (pura2) gak setuju dan marzuki tetap ngotot, apa ini akal2an partai demokrat mencari dana buat 2014 sebab gak mungkin fungsionaris demokrat melawan perintah presiden sby ketua dewan pembina...hmmm
dikomentari oleh: hskarnadi - tanggal: 15-04-2011 21:15:54 WIB
DPR NGK BERGUNA
sbenar x DPR tu ngk ada guna x.mlah bikin pmerintahn rmit dan mahal.Toh klo ngk ada DPR pmerintahn akan jln trus /bhkn bs lbih baik.Cb skrng ini DPR tdk membuat prestasi tpi bikin rmit dan menyiksa prasaan rkyat.
dikomentari oleh: jay - tanggal: 15-04-2011 20:16:51 WIB
Bubarkan DPR Busuk
Setuju Bos,,, Cabut Mandat Rakyat,,,, Bubarkan DPR BUSUK....
dikomentari oleh: priyo - tanggal: 15-04-2011 16:59:34 WIB
Mental Bangsa Terjajah
Sejarah mencatat bhw bangsa ini pernah dijajah oleh belanda n jepang. Tp ironisnya ternyata mental sbg bangsa terjajah tsb trus melekat smp generasi saat ini, shg skrg ini bangsa ini cuma bisanya teriak2 doang dlm menghadapi ulah para pengkhianat Rakyat spt yg ditunjukkan oleh si zuki cs tsb... Jd ?????
dikomentari oleh: Judi S Rahario - tanggal: 15-04-2011 15:25:04 WIB
S E M U A B U S U K
Berati semua nya B U S U K ya bos???!!!!
dikomentari oleh: bayucb - tanggal: 15-04-2011 15:17:48 WIB
Cabut Mandat Rakyat
Sdh saatnya Rakyat mencabut mandatnya dr para anggora DPR yg Buta, Tuli, Tolol n Bebal tsb atau skalian Rakyat mengobarkan Revolusi unt mencari pemimpin baru yg mampu menanggulangi kerusakan yg disebabkan ketdk becusan pemerintahan saat ini...
dikomentari oleh: Judi S Rahario - tanggal: 15-04-2011 14:59:42 WIB
PATGULIPAT SETJEN YANG KORUP
Setjen yang korup mendukung mekanisme rusak di DPR. Anggota DPR mendapat tempat yang pas untuk memuaskan kepentingan modal mereka. Patgulipat Setjen dan Anggota DPR.
dikomentari oleh: indro - tanggal: 15-04-2011 13:42:21 WIB
sejarah
seperti yang sudah-sudah akhirnya kita mengulang kesalahan lagi dan lagi. dalam sejarah indonesia, tidak ada sistem yang permanen. jadi untuk yang kesekian kali rakyat harus berusaha menuntut perubahan sistem didalam parlemen. atau harus membubarkan parlemen.
dikomentari oleh: edy margoo - tanggal: 15-04-2011 12:51:52 WIB
Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Kamis, 23 Februari 2012 00:00 WIB
Rabu, 22 Februari 2012 00:01 WIB
Selasa, 21 Februari 2012 00:01 WIB
Senin, 20 Februari 2012 00:00 WIB
Sabtu, 18 Februari 2012 00:00 WIB
Jumat, 17 Februari 2012 00:00 WIB
Kamis, 16 Februari 2012 00:00 WIB
Rabu, 15 Februari 2012 00:01 WIB
Selasa, 14 Februari 2012 00:00 WIB
Senin, 13 Februari 2012 00:00 WIB
Sabtu, 11 Februari 2012 00:00 WIB
Jumat, 10 Februari 2012 00:01 WIB


   Index Berita

Porno izle

porno izleme siteleri: porno video, pornolar, rus pornosu izle, anal teen videos