AP/New Zealand Herald, New Zealand Post Group/wt
LONDON--MICOM: Pemimpin Pasifik Niue membela keputusan negara itu menerbitkan prangko bergambar Pangeran William dan Kate Middleton yang bisa dirobek di tengah, sehingga seolah-olah "memisahkan" pasangan berbahagia itu.
Perdana Menteri Toke Talagi mengakui prangko seperti itu memang "tidak lazim" tetapi prangko itu diterbitkan sebagai simbol perayaan pernikahan keluarga kerajaan Inggris itu oleh rakyat Niue.
Prangko itu dijual sepasang dengan harga sekitar Rp39.000, tetapi bisa dirobek di tengah dan digunakan secara terpisah.
Bila dirobek, prangko bergambar Pangeran Wililam harganya sekitar Rp29.300 sedangkan yang bergambar Kate Middleton harganya sedikit lebih murah, yaitu sekitar Rp20.600.
Prangko berpasangan itu dirancang dan dicetak oleh Kantor Pos Selandia Baru.
Niue, walaupun memiliki pemerintah independen, memiliki hubungan dekat dengan Selandia Baru. Rakyat Niue adalah warga negara Selandia Baru, yang berarti kepala negara mereka adalah Ratu Elizabeth II.
Ivor Masters, Kepala Kantor Pos Selandia Baru mengatakan prangko itu merupakan barang koleksi sehingga tampaknya tidak akan dirobek ketika digunakan.
Sedangkan PM Talagi mengatakan tidak ada yang salah dengan desain prangko itu.
"Orang-orang mengatakan bahwa prangko model itu (kalau dirobek) berarti pasangan itu pada akhirnya akan bercerai. Saya tidak mengerti mengapa mereka menafsirkannya begitu," kata PM Talagi.
"Saya pikir bukan begitu artinya. Saya rasa ini berarti kami sangat gembira merayakan pernikahan kerajaan."
Prangko-prangko itu, tambahnya, mungkin bisa membawa wisatawan datang ke negara pulau kecil itu karena ingin melihat tempat asal prangko unik tersebut.
William dan Kate akan melangsungkan pernikahan pada Jumat (29/4) besok. Ini disebut-sebut sebagai pernikahan paling akbar di abad ini. (BBC/OL-3)