JAKARTA--MICOM: Ketua Harian Panitia SEA Games (INASOC) XXVI/2011 Rahmat Gobel mengimbau semua pihak agar memetik hikmah dari insiden jatuhnya korban suporter sepak bola hingga tewas dan luka-luka pada peristiwa 22 November lalu."/> JAKARTA--MICOM: Ketua Harian Panitia SEA Games (INASOC) XXVI/2011 Rahmat Gobel mengimbau semua pihak agar memetik hikmah dari insiden jatuhnya korban suporter sepak bola hingga tewas dan luka-luka pada peristiwa 22 November lalu., media indonesia, media, indonesia, news, stories ,berita, actual, aktual, editorial, politic, politik, criminal, kriminal, sports, olahraga, polkam, economic, ekonomi, laws, hukum, nusantara, jabotabek, sains, technology,teknologi, keamanan, entertainment, hiburan, entertain, artist, sby, lapindo, internasional, tsunami, earth quake,gempa, gempa bumi, longsor, tourism,pariwisata, soccer, sepakbola, humaniora, asian games, sea games, olimpiade, election, pemilu, pilkada, gubernur, kepala daerah, bupati, wali kota, walikota, dpr, mpr, menteri, negara, presiden, wapres, kala, metrotv, paloh, surya paloh"/> JAKARTA--MICOM: Ketua Harian Panitia SEA Games (INASOC) XXVI/2011 Rahmat Gobel mengimbau semua pihak agar memetik hikmah dari insiden jatuhnya korban suporter sepak bola hingga tewas dan luka-luka pada peristiwa 22 November lalu."/>
Tewasnya Suporter Sepak Bola Jadi Pelajaran Berharga
Kamis, 24 November 2011 02:14 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

JAKARTA--MICOM: Ketua Harian Panitia SEA Games (INASOC) XXVI/2011 Rahmat Gobel mengimbau semua pihak agar memetik hikmah dari insiden jatuhnya korban suporter sepak bola hingga tewas dan luka-luka pada peristiwa 22 November lalu.
"Kami imbau untuk mengambil hikmahnya, bahwa masyarakat perlu lebih mendisiplinkan diri. Ini hanya soal disiplin," ujar Rahmat Gobel di Jakarta, Rabu (23/11).
Ditemui di sela-sela acara penyambutan kontingen Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Rahmat Gobel sangat menyesalkan terjadinya insiden tersebut yang menyebabkan dua calon penonton tewas yakni Aprilianto Eko Wicaksono, 13, dan Reno Alvian, 22.
Belasan orang lainnya mengalami luka-luka akibat berdesakan di pintu masuk Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta menjelang pertandingan final SEA Games antara Indonesia dan Malaysia tersebut.
Rahmat Gobel memastikan peristiwa itu sangat memilukan dan ke depannya semua pihak perlu berbenah diri, termasuk bagaimana Panitia Penyelenggara mengantisipasi agar insiden tidak terulang.
"Ke depannya masyarakat harus menyadari betapa pentingnya disiplin. Ini soal disiplin nasional. Saya sendiri ketika itu menyaksikan di pintu VIP Barat, banyak calon penonton yang melompati pagar dan pejabat memaksa masuk tanpa tiket," ujarnya.
Ia mengingatkan tiket yang harus dijual dalam jumlah terbatas adalah berfungsi sebagai alat kontrol dan upaya untuk membatasi penonton.  Guna mengantisipasi meledaknya jumlah penonton, katanya,  sebenarnya pihak panitia sudah menyediakan tayangan layar lebar di tujuh titik sekitar SUGBK. Namun sebagian diantaranya ternyata masih memaksakan masuk ke stadion. (Ant/OL-04) 

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Kamis, 24 Mei 2012 23:10 WIB
Minggu, 20 Mei 2012 14:13 WIB
Kamis, 24 November 2011 23:06 WIB
Kamis, 24 November 2011 05:59 WIB
Kamis, 24 November 2011 05:34 WIB
Kamis, 24 November 2011 04:40 WIB
Selasa, 22 November 2011 20:02 WIB
Selasa, 22 November 2011 19:53 WIB
Selasa, 22 November 2011 13:44 WIB
Selasa, 22 November 2011 09:44 WIB
Selasa, 22 November 2011 08:37 WIB
Selasa, 22 November 2011 08:13 WIB


   Index Berita