News
Kongo Rusuh di tengah Kampanye Pemilu
Minggu, 27 November 2011 21:57 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

KINSHASA--MICOM: Situasi tegang terasa di Kinshasa, ibu kota Kongo, setelah dua orang tewas dalam masa kampanye jelang pemilihan presiden.

Pendukung Presiden Joseph Kabila dan kelompok oposisi utama, Etienne Tshisekedi, saling melempar batu sehingga polisi menyempotkan gas air mata.

Dalam putaran final kampanye yang dilakukan Sabtu lalu, kekerasan meletup lagi antar dua kubu.

Akibatnya polisi melarang dua kubu ini berkampanye setelah kerusuhan pecah, menjelang pemilu Senin (28/11) esok.

"Karena meningkatnya aksi kekerasan di Kinshasa, semua aksi demonstrasi publik dan pertemuan politik dilarang hari Sabtu ini," kata Gubernur Andre Kimbuta. "Langkah ini (diambil) demi hasil pemilu yang lebih baik."

Presiden Kabila dan dua pesaing utamanya semula dijadwalkan menyelenggarakan pawai dan kampanye yang jaraknya hanya terpisah beberapa ratus meter di stadion utama ibu kota itu.

Sementara capres Tshisekedi dari Partai Persatuan untuk Demokrasi dan Kemajuan Sosial (UDPS) melawan larangan polisi tersebut, dan menyerukan pada pendukungnya: "Kita tetap akan pergi ke (stadion) Stade des Martyrs. Di sana saya akan pimpin kampanye."

Puluhan ribu orang berkumpul di bandar udara utama Kinshasa untuk menyambut sang capres.

Namun kendaraan yang membawanya kemudian dihalangi polisi, yang menggunakan sebuah kendaraan besar lapis baja dan menahannya selama delapan jam.

Kepada wartawan Tshisekedi mengatakan: "Saya akan serukan agar warga Kinshasa datang kesini. Kami tidak akan membiarkan beberapa orang yang cedera menghalangi perjuangan kami sekarang."

Polisi juga menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan massa dimana sejumlah pegiat partai UDPS dilaporkan sempat ditahan atau dipukuli.

Sementara kantor berita Reuters yang megutip sumber pejabat PBB setempat menulis Tshisekedi akhirnya dibebaskan dan dibawa polisi kembali ke rumahnya.

Dalam pemilu Senin besok 11 kandidat akan mencoba peruntungan meraih jabatan presiden sementara 18.000 calon lain berlomba untuk mengisi 500 kursi parlemen.

Tshisekedi telah beberapa kali menyerang komisi pemilihan setempat dengan tuduhan mendukung Kabila, dan bahwa TPS "jadi-jadian" akan dipakai untuk mengatur hasil pemilihan.

Pemilu sebelumnya, tahun 2006, diwarnai bentrokan bersenjata di jalanan selama berminggu-minggu karena pendukung capres yang kalah tidak terima.

Keberhasilan pemilihan umum kali ini akan sangat tergantung pada sikap para kandidat serta kemampuan mereka untuk menerima jika dinyatakan kalah. (BBC/OL-3)


Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 10:32 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 07:39 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 06:30 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 05:45 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 22:19 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 22:11 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 13:26 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 10:18 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 09:57 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 09:39 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 08:52 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 08:43 WIB


   Index Berita