JAKARTA--MICOM: Kebakaran melanda kawasan pemukiman pesisir Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (1/12) sekitar pukul 02.15 WIB. Kebakaran yang berlangsung kurang lebih lima jam tersebut menghanguskan kurang lebih 200 rumah petak di RT 16 RW 17 Muara Baru Raya dan menyebabkan sekitar 1.000 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Warga Muara Baru Raya dikejutkan dengan kobaran api pada dini hari yang diduga berasal dari rumah Ketua RT 16 Syamsudin (60).
Nyala api terjadi ketika sebagian besar warga masih terlelap hingga tak sempat dikendalikan. Api pun merambat dengan cepat dan melalap 200 rumah petak di pemukiman warga yang padat tersebut.
Kasi Operasional Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara, Nurdin Silalahi mengatakan, sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakan api tersebut.
"Kami langsung berusaha memadamkan api setibanya di lokasi. Lima jam kemudian baru dapat kami padamkan. Sempat ada kendala ketika warga yang panik berusaha membantu petugas untuk memegang selang. Niatnya memang membantu, tapi akhirnya malah menghambat kerja petugas. Sebenarnya itu tidak boleh karena bisa mengancam keselamatan warga juga," tutur Nurdin, Kamis (1/12).
Dia mengatakan, api yang baru dapat dipadamkan pukul 07.15 WIB tersebut diduga akibat korsleting listrik pada lampu di lantai dua rumah Syamsudin.
"Api merambat ke bagian plafon yang berbahan triplek dan dengan cepat menyambar ke rumah petak lainnya. Kebanyakan rumah warga tersebut berbahan kayu triplek sehingga api dengan cepat merembet dan membakar perumahan warga," tambahnya.
Menurutnya, 200 tempat tinggal yang hangus dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK). Diperkirakan sekitar seribu jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
Sementara itu, Ketua RW 17 Penjaringan Gustara mengatakan saat ini ratusan korban kebakaran telah dievakuasi ke sejumlah tempat pengungsian.
"Warga telah diungsikan ke gudang pabrik sepatu juga tenda darurat yang telah di bangun PMI dan Sudin Sosial Jakarta Utara di lapangan dekat dengan lokasi kejadian," terangnya.
Meski tidak memakan korban jiwa, namun kerugian materil ditaksir mencapai miliaran rupiah.
"Kejadiannya pada dini hari di saat warga sedang tertidur lelap, sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharganya. Tapi yang penting mereka berhasil menyelamatkan diri dan anggota keluarganya," pungkasnya. (NA/OL-12)